Road Race Dibubarkan Panitia, Satgas : Langkah Tepat

Road Race Dibubarkan Panitia, Satgas : Langkah Tepat

KOTA MANNA – Pembubaran gelaran Open Road Race Championship Gubernur Cup Race 2021 pada Minggu (17/10), oleh panitia balapan diapreasiasi Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bengkulu Selatan (BS).

Pasalnya, tim satgas menilai jumlah penonton pada event road race itu sudah sangat padat dan menyebabkan kerumunan massa yang berujung tidak adanya lagi jarak antar penonton. Apabila tidak dibubarkan lebih awal, potensi klaster baru penularan virus corona bisa saja terjadi.

“Secara khusus, kami hargai keputusan panitia road race tersebut. Karena memang, untuk rekomendasi acara dari tim satgas kabupaten tidak ada untuk itu,” ujar Sekretaris BPBD BS, Assilawati, SE, M.Si. Rekomendasi acara tersebut hanya dikeluarkan oleh tim Satgas covid-19 kecamatan. Itupun dengan jumlah penonton yang dibatasi atau hanya tim official pebalap saja yang diperbolehkan masuk ke arena sirkuit.

"Itu memang sudah kami amati, kalaupun memang mereka tidak membubarkan diri. Maka tim satgas akan mengambil tindakan pembubaran. Apalagi, acara itu dihadiri oleh ribuan penonton yang berasal dari luar BS,” sebut Assilawati. Kalaupun ada tim satgas di lapangan, hanya sebatas memantau penerapan prokes oleh peserta balap dan panitia. Mulai dari memakai masker,mencuci tangan dan menjaga jarak.

Sebab kata Assilawati, Satgas sejak awal tidak pernah merekomendasikan acara itu untuk menyertakan penonton. “Sejak acara itu bakal dimulai, ada panitia yang menghubungi kami (Satgas Kabupaten) untuk menyampaikan rekomendasi. Namun, itu kami arahkan ke satgas kecamatan, karena memang rekomendasi sekarang dilakukan berjenjang,” beber Assilawati.

Sementara untuk proses tracking pasca kegiatan road race itu, dia mengaku tidak bisa dilakukan untuk mendeteksi penularan virus corona. Sebab, jumlah penonton dalam acara itu sangatlah banyak. Satgas tentu kewalahan jika harus menggelar tracking ataupun skirinning kesehatan. Termasuk juga untuk kegiatan vaksinasi peserta di lapangan, Assilawati mengaku pihaknya tidak membuka gerai vaksin di lokasi balapan karena memang tidak ada rekomendasi penonton dalam acara itu.

“Intinya masih bagus tim panitia peka terhadap situasi di lapangan. Jika tidak, maka penularan virus corona bisa terjadi dan menyebabkan jumlah kasus yang lebih banyak. Mudah-mudahan, kedepan tidak muncul kasus covid-19 baru pasca event tersebut,” pungkasnya. (rzn)

Sumber: