Keluarkan SE, Tekan Data Kemiskinan di Bengkulu Selatan

Keluarkan SE, Tekan Data Kemiskinan di Bengkulu Selatan

RAKOR : Bupati BS, Gusnan Mulyadi memberikan arahan dalam rakor pengentasan kemiskinan di BS yang dihadiri Wagub Bengkulu, Rosjonsyah-wawan suryadi-raselnews.com

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN - Dalam rangka menuntaskan dan mengurangi angka kemiskinan di Bengkulu Selatan (BS) yang dianggap tidak wajar. Pemkab BS akan menerbitkan surat edara (SE) tentang perubahan data kependudukan. Khususnya untuk menghapuskan empat wilayah yang dicap sebagai miskin ekstrem.

Wabup BS H. Rifai Tajudin sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) BS, mengungkapkan pendataan ulang ini sebagai bahan perbandingan dari data desa dan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Juga untuk mendapatkan data angka kemiskinan yang di lapangan.

"Untuk mendapatkan data tersebut, kami berharap pemerintah desa (Pemdes) memberikan tugas kepada seluruh Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang ada di setiap desa di kecamatan untuk melakukan pendataan ulang, guna validasi data. Saya minta tahun ini semua data terbaru sudah terkumpul. Jangan sampai ada lagi terdapat kebohongan di masyarakat," ungkap Wabup.

Wabup mengaku data terbaru sudah disampaikan ke pemerintah pusat oleh BPS, tetap menjadi acuan pengambilan kebijakan. Namun dengan SE yang diterbitkan, diharapkan bersama BPS BS kembali melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan angka kemiskinan.

Sebab selama ini data kependudukan dinilai Wabup masih sangat kacau. Bahkan ada masyarakat yang sudah meninggal dunia, namanya masih terdaftar sebagai penerima bantuan pemerintah. Apalagi di BS diyakini tidak ada masyarakat yang dikategorikan miskin ekstrem. Karena itu data kemiskinan 18,16 persen tersebut dinilai tidaklah benar, sehingga perlu validasi ulang.

"Sesuai data yang kami miliki, sebenarnya Bengkulu Selatan tidak ada yang mengalami kemiskinan ekstrem. Dengan perubahan data ini, kami berharap angka kemiskinan bisa turun bahkan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat," demikian Wabup. (one) 

 

Sumber: