Sempat Turun, Harga Cabai Kembali Naik

Sempat Turun, Harga Cabai Kembali Naik

Pedagang Cabai Merah di Bengkulu Selatan-Rezan Okta Wesa-raselnews.com

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN - Sempat turun di angka Rp 50 ribu per kilogram, harga cabai merah yang dijual di pasaran kembali naik. Di Pasar Tradisional Ampera misalnya, satu kilogram cabai merah dijual seharga Rp 80 ribu. Sedangkan harga cabai rawit atau cabai setan masih di angka Rp 90 ribu per kilogram.

“Naiknya (harga cabai) sejak sepekan terakhir. Sebelumnya sempat turun,” ujar Umasina (43) penjual cabai di Pasar Ampera saat ditemui Rasel, kemarin (22/8).

Naiknya harga cabai dinilai lantaran pasokan dari Lampung belum tiba. Pedagang hanya mengandalkan cabai lokal yang jumlahnya tidak terlalu banyak.

“Stok cabai saya per hari sekitar 60 sampai 80 kilogram. Kalau cabai sedang murah, bisa sampai 100 kilogram. Namun sekarang belum berani ambil banyak, karena harga tinggi dan kualitas cabai tidak sebaik saat berharga murah,” bebernya.

BACA JUGA:Antrean Panjang, Polisi Incar Pemain Minyak di Bengkulu Selatan

Pedagang cabai lainnya, Yasna (42), mengaku pedagang tidak berani menyimpan persediaan banyak karena takut busuk. Pedagang banyak menggiling cabai yang dipasok agar lebih bertahan lama.
“Ada jenisnya juga cabai ini, misal untuk varietas taro itu harganya paling mahal. Kalau cabai merah yang bentuknya besar dan pendek, harganya agak murah lantaran tidak sepedas cabai taro ini,” ujar Yasna sambil menunjukkan cabai taro yang dimaksud.

Dirinya yang mengaku sudah belasan tahun jualan cabai di Pasar Ampera ini mengklaim, tren kenaikan harga cabai tahun ini relatif panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi sekarang ini tidak ada lagi pembatasan kegiatan keramaian. Sehingga permintaan cabai di masyarakat untuk gelaran pesta dan acara lainnya kian tinggi.

“Kalau zaman pandemi, harga cabai bisa dikatakan jatuh. Bahkan sekilonya bisa Rp 10 ribu. Tapi ini balik lagi ke situasi di lapangan. Naiknya harga cabai tentu berdampak baik bagi petani. Kalau kami (pedagang), mau naik atau turun harga cabai, dampaknya sama saja,” jelas Yasna.


Keluhkan Harga Cabai

Tingginya harga cabai di pasaran banyak dikeluhkan pedagang bakso dan ayam geprek di Kota Manna. Kenaikan harga cabai membuat biaya produksi sambal semakin mahal.

“Ketika cabai mahal, terpaksa harga jual hidangan geprek kami naikkan. Sekarang sudah Rp 12 ribu per porsi dari sebelumnya hanya Rp 10 ribu. Soalnya cabai ini termasuk dalam bahan baku utama kami,” ujar Faizal (26) pedagang ayam geprek.

Ditambahkan Hendriko (45) pedagang bakso, masih tingginya harga cabai turut membuat biaya produksi pentol mercon semakin mahal. Sebab, dalam satu pentol bakso mercon bisa membutuhkan 8 sampai 10 butir cabai setan.

“Kalau mau dikurangi jumlah butir cabainya, bisa dikeluhkan pelanggan. Makanya kami terpaksa sedikit menaikkan harga,” beber Hendriko. (rzn)

Sumber: penjual cabai di pasar ampera