Nekat, Pencuri Gasak Ribuan Meter Kabel Listrik dari Travo PT PLN

Nekat, Pencuri Gasak Ribuan Meter Kabel Listrik dari Travo PT PLN

DICURI: Kabel listrik tegangan tinggi milik PLN hilang dicuri-Rezan Okta Wesa-raselnews.com

BENGKULU SELATAN, RASELNEWS.COM - Aksi pelaku pencuri kabel listrik di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu benar benar nekat. Bagaimana tidak, pelaku mengambil kabel jaringan penghantar arus listrik bertegangan tinggi yang terpasang di travo.

Akibatnya PT PLN Persero mengalami kerugian cukup besar. Kabel listrik yang dicuri di enam travo kawasan Kota Bengkulu, dua travo di Desa Tanggo Raso Kecamatan Pino Raya dan dua travo di Kabupaten Kaur.

Aksi pencurian disinyalir terjadi pada Kamis-Jumat 29-30 September 2022. Kuat dugaan pelaku merupakan komplotan pencuri yang memahami masalah kelistrikan bertegangan tinggi.

Akibat aksi pencurian tersebut, PT PLN Persero kehilangan 1.080 meter kabel penghantar arus listrik. Lebih dari 1.500 pelanggan listrik juga terpaksa mengalami pemadaman.

BACA JUGA:PT PLN Batalkan Program Kompor Listrik

“Khusus wilayah binaan kami (BS), ada dua travo yang kabelnya dicuri maling. Kabel ini merupakan kabel utama penghantar arus listrik tegangan tinggi. Kabel tersebut dipotong dengan tang lalu diambil paksa,” beber Manager (ULP) PLN Manna Dedi Mulyadi dikonfirmasi Raselnews.com, Jumat 30 September 2022.

Saat kejadian, Dedi mengaku tak ada satupun warga yang mengaku melihat komplotan pelaku. Warga sempat curiga lantaran lampu mati mendadak di lokasi pencurian.

“Kalau di Kota Bengkulu itu, kejadiannya lebih dulu satu hari, kemudian bergeser ke Bengkulu Selatan dan lanjut lagi ke Kaur. Akibatnya kami harus mengganti kabel baru dan butuh waktu setidaknya enam jam untuk pemulihan jaringan listrik,” ungkap Dedi.

Aksi maling tergolong nekat dan berbahaya. Pasalnya selama aksi pencurian, tidak ada pemadaman listrik ataupun kerusakan jalur travo PLN.

BACA JUGA:8 Ribu Pelanggan PLN di Kaur Terancam Diputus

Bahkan pada malam hari, daya listrik cenderung lebih besar karena penggunaan daya listrik pelanggan berkurang. Tapi keahlian para pelaku sepertinya cukup tinggi karena tidak meninggalkan bekas.

“Dipotong pas bagian penyambungan kabel. Saat dipotong, travo masih aktif dan mengalirkan daya listrik. Tapi mereka seperti memahami kelistrikan hingga dengan mudah beraksi,” ujar Dedi memprediksi.

Dedi mengaku telah melaporkan aksi pencurian tersebut ke Polda Bengkulu. Apalagi kasus pencurian terjadi lintas kabupaten dan berskala besar. “Kami telah berkoordinasi dengan PLN pusat, laporan sudah ditembuskan ke Polda Bengkulu. Besar harapan kami para pelaku cepat tertangkap, karena ini sangat merugikan masyarakat dan PLN,” tutur Dedi. (rzn)

Sumber: manager (ulp) pln manna dedi mulyadi