Kuota Bertambah, Antrean BBM di Bengkulu Selatan Kembali Normal

Kuota Bertambah, Antrean BBM di Bengkulu Selatan Kembali Normal

Petugas salah satu SPBU di Bengkulu melayani pembeli BBM bersubsidi-dok-raselnews.com

BENGKULU SELATAN, RASELNEWS.COM - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis pertalite di SPBU di Bengkulu Selatan (BS) bertambah.

Jika sebelumnya SPBU hanya mendapatkan kiriman BBM pertalite sekitar 16 ton per hari, Selasa (5/10/2022) BBM yang masuk mencapai 24 ton sehari.

Hal itu membuat antrean BBM yang terjadi beberapa waktu lalu, sudah tidak terlihat lagi. Bahkan pembatasan BBM bagi setiap pembeli pun sudah tidak dilakukan lagi.

Pengendara dapat mengisi BBM sesuai kapasitas muatan tanki BBM kendaraan masing-masing.

BACA JUGA:Sekda Sebut Kuota BBM Subsidi Habis Bulan Depan, Pertamina: Tidak Benar

“Pertalite masuk 24 ton, pertamax 8 ton dan bio solar 8 ton. Adanya kenaikan kuota pertalite otomatis antrean panjang sudah tidak terjadi lagi. Karena kebutuhan BBM masyarakat bisa dipenuhi hingga sore hari,” ujar Pengawas SPBU Kutau, Agus, kepada Raselnews, Selasa (4/10/2022).

Agus mengaku beberapa bulan lalu, kuota BBM ke SPBU di BS sempat dikurangi. Bahkan persediaan BBM yang masuk pernah dua hari sekali.

Hal itulah yang dinilai penyebab antrean pengendara yang mengisi BBM sangat panjang.

“Penentuan kuota sepenuhnya dari Pertamina. Kalau pengiriman tertunda atau kuotanya berkurang, dampaknya langsung kepada masyarakat, antrean panjang karena BBM terbatas,” ungkap Agus.

BACA JUGA:Nelayan di Seluma Mengeluh Kesulitan Mendapatkan BBM

Dengan kuota yang tersedia, SPBU Kutau bisa melayani pembelian hingga sore hari. Bahkan jika cuaca tidak hujan, BBM bisa tersedia hingga pukul 19.00 WIB.

“Kami tutup sehabis Salat Maghrib, tapi kalau kuotanya masih ada, tetap kami salurkan. Kecuali saat hujan deras disertai petir, penyaluran BBM dihentikan dengan alasan keselamatan,” ujar Agus.

Terpisah, Pengawas SPBU Ibul, Topan Adi Kurniawan, mengaku kuota BBM subsidi yang diterima juga bertambah. Pembatasan pembelian BBM yang diberlakukan pun tidak lagi diberlakukan.

“Sekarang rutin dikirim 24 ton untuk pertalite. Jumlah ini optimal untuk melayani pelanggan dengan rentang 5000 kendaraan per hari,” ujar Agus.

BACA JUGA:AMM Bengkulu Tolak Kenaikan Harga BBM

Namun pencatatan plat nomor kendaraan tetap dilakukan untuk mengantisipasi adanya antrean berulang untuk dijual kembali. Apalagi aplikasi My Pertamina masih belum optimal.

“Sebagian besar masih beli secara manual, karena memang My Pertamina masih berproses. Untuk skala full My Pertamina, butuh sosialisasi lebih panjang,” tuntas Topan. (rzn)

Sumber: