IPB Berhasil Kembangkan Cabai Rawit Varietas Baru, Tingkat Kepedasan 10 Kali Cabai Rawit Biasa

IPB Berhasil Kembangkan Cabai Rawit Varietas Baru, Tingkat Kepedasan 10 Kali Cabai Rawit Biasa

IPB Berhasil Kembangkan Cabai Rawit Varietas Baru, Tingkat Kepedasan 10 Kali Cabai Rawit Biasa-istimewa-raselnews.com

RASELNEWS.COM - Ada kabar menarik bagi Anda pecinta makanan pedas di Indonesia.

Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Muhammad Syukur, bersama tim peneliti berhasil mengembangkan varietas cabai rawit super pedas dengan tingkat kepedasan yang jauh lebih tinggi dari cabai rawit pada umumnya.

BACA JUGA:Petani Cabai Tersenyum, IPB Hadirkan Varietas Cabai Keriting Tahan Virus

Varietas cabai rawit ini dirakit melalui persilangan cabai rawit merah dengan Capsicum chinense, yang dikenal sebagai sumber gen kepedasan tinggi.

Dalam proses pengembangannya, gen kepedasan dari Capsicum chinense disisipkan ke cabai rawit agar menghasilkan cabai dengan tingkat pedas ekstrem, namun tetap mempertahankan bentuk khas cabai rawit yang sudah akrab di masyarakat Indonesia.

Hasilnya, cabai rawit super pedas ini memiliki tingkat kepedasan hingga 10 kali lipat dibandingkan cabai rawit biasa.

BACA JUGA:Cara Melembapkan Kulit Wajah dengan 5 Jenis Sayur dan Buah yang Mudah Ditemukan di Dapur

Bahkan jika dibandingkan dengan cabai besar, tingkat kepedasannya bisa mencapai hingga 1.000 kali lebih pedas.

Meski demikian, dari segi tampilan, bentuk dan ukuran cabai tetap menyerupai cabai rawit pada umumnya sehingga mudah dikenali dan diterima oleh konsumen.

Menurut Prof. Muhammad Syukur, strategi mempertahankan bentuk cabai rawit ini bertujuan untuk mempermudah proses sosialisasi di masyarakat.

Selain itu, karena tingkat kepedasannya sangat tinggi, penggunaan cabai dalam masakan menjadi lebih hemat karena hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

BACA JUGA:5 Minuman Alami dari Buah dan Sayuran yang Membantu Detoks Hati

Tak hanya unggul dari sisi kepedasan, cabai rawit super pedas ini juga relatif mudah dibudidayakan. Petani dapat menanamnya di lahan terbuka tanpa harus menggunakan rumah kaca atau greenhouse.

Varietas ini dapat tumbuh di berbagai kondisi wilayah, mulai dari dataran rendah, menengah, hingga dataran tinggi.

Kemudahan budidaya tersebut membuka peluang pemanfaatan yang luas, baik bagi petani maupun konsumen.

Dengan ketahanan terhadap cekaman lingkungan, hama, dan penyakit, cabai rawit super pedas ini dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketersediaan cabai nasional sekaligus menjadi primadona baru bagi para pecinta rasa pedas di Indonesia. (**)

Sumber: