“El Nino ‘Godzilla’ Ancam Mulai April 2026: Risiko Kesehatan hingga Krisis Lingkungan Mengintai”

“El Nino ‘Godzilla’ Ancam Mulai April 2026: Risiko Kesehatan hingga Krisis Lingkungan Mengintai”

“El Nino ‘Godzilla’ Ancam Mulai April 2026: Risiko Kesehatan hingga Krisis Lingkungan Mengintai”-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM- Fenomena El Nino yang diperkirakan mulai berkembang pada April 2026 memicu kekhawatiran serius di berbagai kalangan. Intensitasnya yang berpotensi sangat kuat membuat sejumlah pihak menjulukinya sebagai “Godzilla El Nino”, mengingat dampaknya yang luas dan kompleks, terutama terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Dikutip dari iNews.ID, Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai perubahan cuaca biasa. Ia menyebut El Nino kali ini berpotensi menjadi ancaman multidimensi yang memengaruhi berbagai aspek kesehatan publik.

BACA JUGA:Pemeriksaan Keuangan Tahap Pengumpulan Data, 1 April BPK Datangi Bengkulu Selatan

Sejumlah lembaga, termasuk BMKG, telah mengingatkan bahwa El Nino berpotensi meningkat dari intensitas lemah menjadi kuat. Dampaknya antara lain musim kemarau yang lebih panjang, suhu udara yang lebih panas, serta pola cuaca yang tidak menentu.

Menurut Dicky, kondisi tersebut dapat menciptakan “multi hazard” atau ancaman berlapis, mulai dari gelombang panas, kekeringan, penurunan kualitas udara, hingga hujan sporadis yang sulit diprediksi. Kombinasi faktor ini dinilai sangat kompleks jika dilihat dari perspektif kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Fisik

Salah satu dampak yang paling nyata adalah peningkatan polusi udara selama musim kemarau. Dalam kondisi ekstrem, kualitas udara dapat melampaui ambang batas aman dan memicu berbagai penyakit pernapasan.

Paparan panas berlebih juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius, seperti heat exhaustion, heat stroke, dehidrasi berat, hingga gangguan ginjal akut jika tidak ditangani dengan cepat. Selain itu, penyakit seperti ISPA, asma, penyakit paru obstruktif kronik, serta gangguan kardiovaskular diperkirakan mengalami peningkatan.

BACA JUGA:Idul Fitri 1447 H di Bengkulu Selatan: Momen Memperkuat Persatuan dan Kebersamaan Membangun Daerah

Tidak hanya penyakit tidak menular, perubahan lingkungan akibat El Nino juga berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular. Air yang tercemar dan genangan dapat meningkatkan risiko diare, leptospirosis, hingga hepatitis A. Penyakit berbasis vektor seperti demam berdarah dan malaria pun diprediksi meningkat seiring perubahan kondisi iklim.

Menghadapi situasi ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah pencegahan seperti menghindari aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00–15.00, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta menggunakan masker saat kualitas udara memburuk menjadi sangat penting.

BACA JUGA:Genjot Produktivitas Sawit, Bengkulu Selatan Targetkan Peremajaan 500 Hektare di 2026

Selain itu, menjaga kebersihan air dan makanan serta mengendalikan perkembangbiakan nyamuk juga menjadi kunci dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan.

Sementara itu, BRIN memprediksi bahwa fenomena El Nino ekstrem ini dapat berlangsung hingga Oktober 2026. Risiko kekeringan diperkirakan meningkat, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa hingga Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA:Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Selatan Sholat Idul Fitri Bersama Masyarakat di Lapangan Sekundang

Jika terjadi bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif, dampaknya bisa semakin parah. Kondisi ini menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia, sekaligus meningkatkan risiko krisis air dan gangguan pada sektor pertanian.

Wilayah sentra pangan seperti Pantai Utara Jawa berpotensi mengalami kekeringan serius, sementara ancaman kebakaran hutan dan lahan meningkat di Sumatra dan Kalimantan. Di sisi lain, wilayah timur Indonesia justru perlu mewaspadai potensi banjir akibat curah hujan yang masih tinggi.

BACA JUGA:Mobil Dinas Terparkir di Pantai Panjang Viral, Pemkot Bengkulu Beri Klarifikasi

Fenomena El Nino “Godzilla” ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan dan ketahanan masyarakat secara luas. Antisipasi dini dan kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.(*)

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber