Tips Olahraga Saat Ramadan, Pilih Waktu yang Tepat Agar Tidak Lemas
Menjaga kesehatan tubuh meski sedang berpuasa sangat penting. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa menjadi pilihan-istimewa-dokumen
RASELNEWS.COM - Menjaga kebugaran tubuh selama bulan suci Ramadan tetap menjadi perhatian banyak masyarakat.
Meski sedang berpuasa, aktivitas fisik tetap dianjurkan agar tubuh tetap sehat dan bugar.
BACA JUGA:3 Resep Krim Scrub Alami yang Aman, Membantu Kulit Tetap Segar dan Awet Muda
Namun, waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kondisi tubuh selama menahan lapar dan haus.
Pakar kesehatan, Taronma menjelaskan, olahraga saat Ramadan tetap aman dilakukan selama memilih waktu dan intensitas yang tepat.
BACA JUGA:3 Jenis Teh yang Membantu Menambah Kolagen Kulit dan Tidak Mengganggu Tidur
“Olahraga tetap penting meskipun sedang berpuasa. Yang harus diperhatikan adalah waktunya serta jenis latihannya. Jangan sampai memaksakan diri hingga menyebabkan dehidrasi,” ujar Taronma.
BACA JUGA:Ulang Tahun Raffi Ahmad, Gading Marten Beri Kado Mobil Sejuta Kenangan
Menurutnya, waktu terbaik untuk berolahraga di bulan Ramadan adalah menjelang berbuka puasa, sekitar 30 hingga 60 menit sebelum azan Maghrib.
Pada waktu tersebut, tubuh memang sedang dalam kondisi energi yang menurun, namun jarak dengan waktu berbuka sudah dekat sehingga risiko dehidrasi berkepanjangan bisa dihindari.
BACA JUGA:DPRD Bengkulu Selatan Dorong Reformasi Pelayanan Publik yang Lebih Cepat dan Profesional
“Kalau dilakukan menjelang berbuka, setelah selesai olahraga kita bisa langsung mengganti cairan tubuh yang hilang. Itu lebih aman,” jelasnya.
Jenis olahraga yang disarankan pada waktu tersebut adalah aktivitas ringan hingga sedang, seperti jalan cepat, jogging santai, bersepeda ringan, atau latihan beban dengan intensitas rendah.
BACA JUGA:Patikan Kebo, Gulma Liar dengan Beragam Manfaat Kesehatan
Selain menjelang berbuka, waktu yang juga direkomendasikan adalah setelah berbuka puasa, sekitar satu hingga dua jam setelah makan.
Pada waktu ini, tubuh sudah mendapatkan asupan energi dan cairan sehingga memungkinkan melakukan olahraga dengan intensitas lebih tinggi.
BACA JUGA:Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027
“Setelah berbuka, tubuh sudah terhidrasi dan punya energi. Tapi jangan langsung olahraga setelah makan besar. Beri jeda agar pencernaan tidak terganggu,” tambah Taronma.
Ia juga menyebutkan bahwa olahraga setelah salat tarawih bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki waktu luang di malam hari.
BACA JUGA:Apa Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan! Tapi Jangan Berlebihan, Apalagi Ibu Hamil, Ini Risikonya
Namun, durasi dan intensitas tetap harus disesuaikan agar tidak mengganggu waktu istirahat dan kualitas tidur.
Sementara itu, olahraga pada siang hari saat cuaca panas kurang disarankan karena berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan berlebih.
BACA JUGA:Inovasi Baru Pemkab Kaur, Dari Sampah Rumah Tangga ke Lingkungan Lebih Sehat
Begitu juga dengan olahraga berat menjelang siang atau sore hari tanpa perencanaan yang baik.
“Kalau ingin tetap aktif di siang hari, cukup lakukan peregangan ringan saja. Hindari latihan berat karena tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam,” tegasnya.
BACA JUGA:3 Jenis Teh Musim Dingin yang Menghangatkan Tubuh sekaligus Membantu Mengurangi Lemak Perut
Taronma mengingatkan bahwa kebutuhan cairan selama Ramadan tetap harus diperhatikan.
Ia menyarankan pola minum yang cukup saat berbuka hingga sahur untuk mengganti cairan yang hilang akibat aktivitas fisik.
BACA JUGA:Lemang Tapai Bengkulu: Kuliner Legendaris Sarat Makna, Manisnya Tradisi yang Tetap Hidup di Bulan Ramadan
“Pastikan minum air putih cukup saat berbuka dan sahur. Jangan hanya minuman manis, tapi air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi,” katanya.
Secara keseluruhan, olahraga di bulan Ramadan tetap memberikan manfaat bagi kesehatan, seperti menjaga kebugaran, meningkatkan metabolisme, dan membantu menjaga berat badan.
BACA JUGA:Kebiasaan Minum Air yang Salah Diam-diam Merusak Ginjal Lansia, Simak Penjelasan Dokter
Kunci utamanya adalah memilih waktu yang tepat serta tidak memaksakan diri.
“Dengarkan tubuh masing-masing. Kalau merasa pusing, lemas berlebihan, atau tanda dehidrasi, sebaiknya hentikan aktivitas. Ramadan bukan alasan untuk berhenti bergerak, tapi tetap harus bijak,” tutup Taronma.
BACA JUGA:Skutik Retro Suzuki Menggoda Pasar, Siap Tantang Honda Scoopy di Segmen Stylish
Dengan pengaturan waktu dan intensitas yang tepat, masyarakat tetap dapat menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. (*)
Sumber: