Efek Minum Air Es Saat Berbuka, Ini Kata Dokter

Efek Minum Air Es Saat Berbuka, Ini Kata Dokter

Minum air es atau air dingin saat berbuka puasa bisa memberi dampak buruk terhadap kesehatan-istimewa-dokumen

RASELNEWS.COM - Minuman dingin atau air es kerap menjadi pilihan utama saat berbuka puasa

Sensasi segar setelah seharian menahan haus seolah menjadi kenikmatan tersendiri bagi sebagian masyarakat. 

BACA JUGA:3 Jenis Teh yang Membantu Menambah Kolagen Kulit dan Tidak Mengganggu Tidur

Namun, muncul pertanyaan, apakah minum air es saat berbuka berdampak buruk bagi kesehatan?

Dokter umum, dr. Andi Pratama menjelaskan, pada dasarnya minum air es saat berbuka tidak berbahaya bagi orang yang sehat. 

BACA JUGA:5 Tanaman Hias Pembawa Energi Positif untuk Ruang Tamu, Diyakini Mendatangkan Rezeki dan Keberuntungan

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan.

“Secara medis, air es tidak langsung berbahaya. Tubuh kita mampu menyesuaikan suhu minuman yang masuk. Namun, kondisi lambung saat berbuka berbeda karena sudah kosong selama kurang lebih 13 hingga 14 jam,” ujar dr. Andi.

BACA JUGA:Kebiasaan Minum Air yang Salah Diam-diam Merusak Ginjal Lansia, Simak Penjelasan Dokter

Menurutnya, lambung yang kosong cenderung lebih sensitif terhadap suhu ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin. 

Jika seseorang langsung mengonsumsi air es dalam jumlah banyak, bisa timbul rasa tidak nyaman di perut.

BACA JUGA:Skutik Retro Suzuki Menggoda Pasar, Siap Tantang Honda Scoopy di Segmen Stylish

“Beberapa orang bisa mengalami kram perut, rasa begah, atau nyeri ringan setelah minum es terlalu cepat. Itu bukan karena esnya berbahaya, tapi karena respons lambung yang kaget,” jelasnya.

Selain itu, air yang sangat dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di sekitar lambung secara sementara. 

BACA JUGA:'Puasa' Gula Selama 30 Hari, Ini Dampak Positif bagi Kesehatan Ginjal Anda

Kondisi ini dapat memperlambat proses pencernaan dalam waktu singkat, meskipun efeknya tidak berlangsung lama.

Bagi penderita maag atau gangguan asam lambung (GERD), minuman terlalu dingin juga berpotensi memicu rasa perih atau sensasi terbakar di dada. 

BACA JUGA:Redmi K90 Ultra Segera Meluncur dengan Kipas Pendingin, Layar 165Hz, dan Baterai 8.500 mAh

Oleh karena itu, dr. Andi menyarankan agar kelompok tersebut lebih berhati-hati dalam memilih minuman saat berbuka.

“Untuk yang punya riwayat maag atau asam lambung, sebaiknya berbuka dengan air putih suhu normal atau hangat terlebih dahulu. Setelah kondisi lambung lebih stabil, baru boleh minum yang dingin dalam jumlah wajar,” katanya.

BACA JUGA:Apa Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan! Tapi Jangan Berlebihan, Apalagi Ibu Hamil, Ini Risikonya

Dari sisi tenggorokan, minuman es juga bisa memicu iritasi pada sebagian orang yang sensitif. 

Namun, hal ini bukan berarti air es menyebabkan radang tenggorokan secara langsung. 

Biasanya, keluhan muncul karena daya tahan tubuh yang sedang menurun atau adanya infeksi virus.

BACA JUGA:Gila! TECNO POVA Curve 2 5G Hadir dengan Baterai 8000 mAh, Tahan Seharian Tanpa Powerbank

Di sisi lain, dr. Andi menegaskan bahwa yang paling penting saat berbuka adalah proses rehidrasi. 

Tubuh membutuhkan cairan untuk mengganti yang hilang selama berpuasa.

BACA JUGA:Makanan Sahur Sehat dan Lama Kenyang, Ini 14 Rekomendasinya, Gampang Dicari

“Yang utama itu cairannya, bukan suhunya. Air putih, baik dingin maupun suhu ruang, tetap membantu menghidrasi tubuh. Asalkan tidak berlebihan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung minum dalam jumlah besar sekaligus.

BACA JUGA:Malaikat Enggan Masuk ke Dalam Rumah, Segera Singkirkan Hal Ini Karena Disukai Setan  

Pola berbuka yang dianjurkan adalah bertahap, misalnya dengan air putih dan kurma terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan makanan ringan sebelum makan utama.

“Kita dianjurkan berbuka secara perlahan. Hindari minum es satu gelas besar sekaligus. Beri waktu tubuh untuk beradaptasi,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan kadar gula pada minuman dingin yang dikonsumsi. 

BACA JUGA:Masuk Angin Jangan Disepelekan, Pakar Kesehatan Ungkap Risiko Penyakit Serius

Banyak minuman es saat Ramadan mengandung gula tinggi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko lonjakan gula darah.

“Justru yang sering jadi masalah itu kandungan gulanya, bukan esnya. Terlalu banyak minuman manis bisa berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang,” tambahnya.

BACA JUGA:Suzuki Carry Pickup 2026 Terbaru! Harga, Spesifikasi, dan Performa Andal untuk Usaha

Secara keseluruhan, minum air es saat berbuka puasa tidak dilarang dan tidak membahayakan bagi orang yang sehat. 

Namun, tetap diperlukan kebijaksanaan dalam mengonsumsinya. Dengan pola berbuka yang tepat dan tidak berlebihan, tubuh tetap bisa terhidrasi dengan baik tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.

BACA JUGA:BARU RILIS! HP TECNO Terbaru dan Terbaik 2026, Ada Baterai 8.000 mAh & RAM 12/256 GB

“Intinya, kenali kondisi tubuh masing-masing. Kalau merasa tidak nyaman setelah minum es, sebaiknya pilih air suhu normal atau hangat. Yang penting tetap terhidrasi dengan baik,” demikian dr. Andi. (*)

Sumber: