Membungkus Makanan dengan Kertas Bekas Berisiko Serius Bagi Kesehatan, Ini Alasannya

Membungkus Makanan dengan Kertas Bekas Berisiko Serius Bagi Kesehatan, Ini Alasannya

Bahaya Membungkus Makanan dengan Kertas Bekas -istimewa-raselnews.com

RASELNEWS.COM - Praktik membungkus makanan menggunakan kertas bekas seperti koran, majalah, atau dokumen lama masih kerap ditemui di berbagai tempat.

Alasan penggunaannya pun terbilang sederhana, mulai dari harganya yang murah, mudah didapat, hingga dinilai praktis oleh pedagang.

BACA JUGA:Rahasia Makanan yang Membuat Kulit Cerah, Halus, dan Sehat dari Dalam! Terbukti Secara Ilmiah

Hanya saja di balik kebiasaan tersebut, tersimpan risiko serius yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Kertas bekas sejatinya bukan bahan yang aman untuk bersentuhan langsung dengan makanan. Pada permukaannya, terdapat potensi bahaya yang tidak kasatmata, baik dari cemaran mikrobiologis maupun kandungan zat kimia berbahaya.

Salah satu yang paling berisiko adalah tinta cetak. Zat kimia dalam tinta berpotensi bermigrasi dan terserap ke dalam makanan, sehingga tanpa disadari ikut terkonsumsi oleh manusia.

BACA JUGA:7 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan Kulit, Wanita Wajib Tahu

Paparan zat ini dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Tak hanya soal tinta, bahaya lain yang tak kalah serius adalah kontaminasi mikroorganisme. Kertas bekas umumnya telah berpindah tangan dari banyak orang serta terekspos lingkungan yang tidak higienis.

Kondisi tersebut memungkinkan bakteri, jamur, atau mikroba lain menempel pada kertas.

Ketika kertas tersebut digunakan sebagai pembungkus makanan, mikroorganisme dapat berpindah, berkembang biak, bahkan menghasilkan racun yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan bagi konsumen.

BACA JUGA:Kesehatan Usus yang Buruk Picu Kerontokan Rambut

Meski pada beberapa kasus makanan tidak bersentuhan langsung dengan bagian kertas yang bertinta, risiko tetap tidak bisa diabaikan.

Migrasi tinta memang bisa terjadi lebih lambat, tetapi cemaran mikrobiologis dapat berada di seluruh bagian kertas, termasuk area yang tampak bersih dan tidak bertinta. Artinya, risiko kesehatan tetap ada meski tampak aman secara kasat mata.

Sebagai solusi, masyarakat dianjurkan menggunakan bahan pembungkus makanan yang lebih aman.

BACA JUGA:Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan yang Tak Banyak Diketahui Orang

Beberapa alternatif yang disarankan antara lain plastik food grade, wadah berbahan kaleng atau plastik khusus makanan, kertas khusus pembungkus makanan, hingga bahan alami seperti daun pisang atau daun jati yang lebih ramah lingkungan.

Penggunaan daun sebagai pembungkus memang memiliki tantangan tersendiri, seperti ketersediaan yang terbatas dan teksturnya yang cenderung kaku serta mudah sobek.

Tetapi daun dapat diolah terlebih dahulu dengan cara dilayukan agar lebih lentur. Selain itu, kebersihan daun juga perlu diperhatikan untuk memastikan tidak mengandung cemaran mikroba.

Sumber: