Bantuan Pangan Untuk 17 Ribu KPM di Seluma Segera Disalurkan
Ilustrasi bantuan sembako-istimewa-
SELUMA, RASELNEWS.COM – Pemkab SELUMA memastikan akan segera menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat pada awal April 2026.
Program ini ditujukan untuk membantu meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.
BACA JUGA:Status 2.119 Tenaga PPPK di Kabupaten Seluma Terancam
Tercatat lebih dari 17.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Seluma akan menerima bantuan berupa beras dan minyak goreng.
Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk periode Februari dan Maret yang penyalurannya dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seluma, Amri, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu kepastian jadwal distribusi sambil terus berkoordinasi dengan pihak Bulog agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
BACA JUGA:Dukung Pengembangan Budaya, Kapolres Seluma Buka Gelar Budaya Nusantara di Pantai Cemoro Sewu
"Bantuan yang akan disalurkan ini merupakan jatah bulan Februari dan Maret. InsyaAllah akan mulai dibagikan pada awal April, saat ini kami masih menunggu jadwal final dan terus berkoordinasi dengan Bulog," ujar Amri.
Sementara itu, Bupati Seluma mengimbau masyarakat penerima manfaat agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
"Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya beras dan minyak. Ini juga bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat," ujar Bupati Teddy Rahman.
BACA JUGA: Bupati Tegaskan Seluruh Pejabat Seluma yang Dimutasi Segera Sertijab dan Tinggalkan Aset
Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu menekan kenaikan harga bahan pokok di pasaran, terutama beras dan minyak goreng yang belakangan mengalami fluktuasi.
"Dengan adanya bantuan ini, kita harapkan bisa membantu menstabilkan harga di pasar, sehingga tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat," pungkasnya. (rwf)
Sumber: