Truk Sawit Overload Tanpa Menggunakan Jaring Merajalela di Seluma
Truk sawit overload tanpa jaring terpantau melintas di jalan kabupaten seluma-Fauzan-Radar Selatan
RASELNEWS.COM - Kendaraan truk sawit over dimension dan over load (ODOL) atau kendaraan dengan tonase berlebih masih menjadi persoalan dan kian marak terjadi di Kabupaten Seluma.
Terpantau, kendaraan truk sawit ODOL tanpa menggunakan jaring pengaman untuk TBS (tandan buah segar), sehingga membahayakan pengguna jalan lain. Muatan yang melebihi bak kerap berjatuhan ke badan jalan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
BACA JUGA:Polres Seluma Gagalkan Pencurian Sepeda Motor, Pelaku Berhasil Dilumpuhkan
Beban muatan yang jauh melampaui batas ini juga diyakini menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan infrastruktur jalan, serta terus menguras anggaran daerah, provinsi, hingga negara untuk perbaikan yang berulang.
Masyarakat pengguna jalan yang melintas, Ujang Efriadi, menyoroti praktik kendaraan truk sawit yang melebihi kapasitas muatan dan masih bebas melintas tanpa penindakan dari pihak berwenang.
BACA JUGA:Pemkab Seluma Matangkan Pameran dan Bazar MTQ XXXVII Provinsi Bengkulu
"Siang malam truk sawit overload itu melintas tanpa ada penindakan. Padahal salah satu penyebab rusaknya jalan lintas ya karena kendaraan yang melebihi tonase," kata Ujang Efriadi.
Selain merusak jalan, praktik overload ini juga berdampak pada keselamatan. Truk dengan muatan berlebih memiliki resiko tinggi mengalami rem blong, terutama saat melintas di jalan menurun atau tikungan tajam. Kondisi ini tentu mengancam keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
BACA JUGA:Pemerintah Lambat Respon, Warga Seluma Utara Iuran Perbaiki Jalan
Tidak hanya itu, muatan TBS yang tidak ditutup jaring pengaman berpotensi jatuh dan berserakan di jalan, sehingga dapat menyebabkan pengendara roda dua tergelincir dan terparah bisa menyebabkan risiko kecelakaan beruntun.
"Kami juga takut kalau lagi berada dibelakang, takut buah itu jatuh apalagi truk itu tanpa jaring pengamanan. Jadi sangat bahaya dan dapat menyebabkan laka," ujarnya.
BACA JUGA:Persiapan MTQ di Seluma, Warem Air Latak Dibongkar
Dari sisi ekonomi, kerusakan jalan akibat kendaraan ODOL juga berdampak luas.seperti mempercepat kerusakan jalan yang seharusnya dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama.
"Kan itu penyebabnya, jadi selama masih bnyak kendaaran overload, Jangan harap jalan kita bisa mulus," ujarnya.
Sumber: warga


