Ini Cara KWT Sakura Promosikan Sayur Organik

Minggu 21-11-2021,13:57 WIB
Reporter : Rasel01
Editor : Rasel01

RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN - Pemanfaatan perkarangan untuk sayuran organik ternyata sangat menjanjikan. Terlebih di situasi pandemi Covid-19 saat ini. Kebutuhan akan sayur masyarakat meningkat drastis, lantaran banyak aktifitas warga dilakukan dari rumah atau Work From Home (WFH).

Seperti halnya yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sakura Desa Talang Padang Kecamatan Pino Raya. Kelompok yang terdiri dari 30 anggota itu, punya trik jitu dalam memasarkan produksi sayur organik kepada konsumen.

Ketua KTW Sakura, Lesmiyanti mengaku, dalam memasarkan sayuran organik, pihaknya punya trik sendiri. Misalnya, membuka lapak di lokasi demplot, berdagang keliling di seputaran pemukiman penduduk, hingga mempromosikan hasil pertanian melalui jejaring sosial, misalnya Facebook (Fb).

“Untuk mulai produksi, terhitung masih baru. Kami memulainya di awal tahun 2021 lalu. Saat itu, baru tiga jenis tanaman yang dikembangkan, yakni cabai, kol dan tomat. Namun, sekarang sudah belasan jenis sayur yang diproduksi,” ujarnya.

Berkat kepiawaian anggotanya dalam mempromosikan produksi sayur, banyak masyarakat yang menjadi konsumen tetap. Bahkan, sayuran organik hasil kelola KWT-nya itu sering dibeli oleh pedagang sayuran keliling. “Sekarang kan serba digital, jadi sehari sebelum panen sayur, kami sudah pasang pengumuman di Fb. Banyak kaum ibu-ibu yang komentar dan pesan sayuran. Oleh anggota kami, pesanan tersebut langsung didaftar dan tinggal di antarkan,” paparnya.

Hasil kelola sayuran KWT Sakura cukup maksimal. Namun beberapa sayuran tidak semuanya dijual. Sebagian disisikan untuk kebutuhan rumah tangga anggota KWT. “Hasil penjualan sayuran ini dijadikan kas kelompok, serta menjadi sumber dana untuk pengelolaan sayuran kedepannya,” papar Lesmiyanti seraya mengaku jika pupuk yang digunakan semuanya organik yang berasal dari limbah sayuran dan plus kotoran ternak milik warga. (rzn)

Tags :
Kategori :

Terkait