Gara-gara Kancing di Celana, Abu Nawas Dapat Banyak Duit dari Raja

Selasa 27-01-2026,10:42 WIB
Reporter : Aman Santoso
Editor : Aman Santoso

Seperti memaksa Allah Swt, doa itu selalu diucapkan oleh Abu Nawas setelah selesai salat lima waktu tanpa henti. Bahkan, ketika masih belum ada tanda-tanda dari Allah Swt. selama berminggu-minggu sekalipun, doa itu terus saja diucapkannya.

Sang pujangga sangat yakin kalau Yang Maha Esa suatu hari pasti akan mengabulkan doanya.
Hingga akhirnya, tiga bulan pun berlalu. Abu Nawas merasa kalau doanya mungkin tak akan pernah terkabul. Ia pun berpikir keras dan mawas diri. “Apakah Allah tak mengabulkan doaku karena aku tidak berpasrah atas pilihan jodohku?” tanyanya dalam hati.

Setelah merenung selama beberapa saat, ia mencoba untuk mengubah doanya. Ia tetap meminta jodoh kepada Allah Swt, tapi kali ini ia mengubah kata-katanya. Dalam setiap doa yang ia ucapkan setelah salat lima waktu, ia tak lagi menyebutkan nama sang gadis cantik secara spesifik. Ia bahkan tak lagi memaksa Allah untuk mengabulkan doa tersebut.

BACA JUGA:7 Manfaat Minum Air Daun Kemangi di Pagi Hari! Begini Cara Meraciknya

“Ya Allah, berikanlah istri yang terbaik untukku,” ucapnya dalam salah satu doa. Sangat sederhana dan tidak memaksa.

Sama seperti sebelumnya, doa tersebut selalu diucapkan setiap selesai salat lima waktu. Sekali lagi, ia melakukan rutinitas itu selama berminggu-minggu.

Namun, tetap saja Abu Nawas tidak pernah bertemu dengan gadis pujaannya. Ia sampai bertanya-tanya kapankah Allah Swt mempertemukannya dengan wanita yang bersedia ia nikahi.

Kebingungannya itu semakin lama menjadi sebuah kekhawatiran. Bagaimana jika ternyata doanya tak lagi terkabul karena terlalu sederhana? Akhirnya Abu Nawas pun Kembali mencari akal agar doanya bisa segera terkabul.

Untungnya, Abu Nawas adalah seseorang yang cerdas dan tak mudah kehabisan akal. Ia langsung memikirkan cara agar bisa berdiplomasi dengan Allah Swt. Sekali lagi, ia mengubah doanya.

BACA JUGA:6 Manfaat Luar Biasa Gel Lidah Buaya untuk Kesehatan Kulit

“Ya Allah,” ucapnya setelah selesai salat lima waktu, “kali ini aku tidak meminta jodoh untuk diriku. Aku hanya meminta seorang gadis yang pantas dijadikan menantu ibuku, ya Allah. Ibuku yang sangat aku cintai itu sudah tua dan aku ingin membahagiakannya. Karena itu, berikanlah ia menantu yang baik dan solehah.”

“Sekali lagi, doa ini bukan untukku, ya Allah,” tutupnya seolah berusaha meyakinkan Sang Maha Mengetahui.
Memang ada-ada saja si Abu Nawas ini. Bisa-bisanya ia membawa-bawa nama ibunya di dalam doanya. Padahal Allah Maha Mengetahui dan tak bisa diakali. Sudah jelas kalau permintaannya itu untuk dirinya sendiri.

Namun, kali ini doa tersebut justru terkabulkan. Mungkin karena keikhlasan dan keluguan Abu Nawas, Allah Swt pun menakdirkan seorang wanita cantik dan salihah sebagai istrinya.

Sang pujangga merasa bahagia dan bersyukur karena bisa mempersunting wanita pujaannya. Kehidupan keluarga kecil itu pun berjalan sakinah, mawaddah, warahmah.

BACA JUGA:Kalah Populer Dari Telur Ayam, Ini Manfaat Luar Biasa Telur Bebek bagi Kesehatan

Pesan Moralnya

Setelah membaca kisah Abu Nawas dalam mencari jodoh, jangan lupa ketahui juga beberapa unsur intrinsik seputar ceritanya. Berikut adalah ulasannya:

1. Tema

Gagasan utama atau tema dari kisah Abu Nawas mencari jodoh ini adalah kesabaran. Terlihat dari sang pujanga yang tak pernah berhenti berdoa selama berbulan-bulan, meskipun Allah Swt. belum menjawab doanya. Ia bahkan masih yakin Allah Swt. pasti akan mendatangkan jodohnya di waktu dan doa yang tepat.

2. Tokoh dan Perwatakan

Kategori :