Gara-gara Kancing di Celana, Abu Nawas Dapat Banyak Duit dari Raja

Selasa 27-01-2026,10:42 WIB
Reporter : Aman Santoso
Editor : Aman Santoso

Tokoh utama dalam kisah ini adalah Abu Nawas yang sedang mencari jodoh. Ia digambarkan memiliki sifat yang sabar, tawakal, dan juga cerdik. Buktinya selama berbulan-bulan ia terus berdoa memohon didekatkan dengan wanita pujaannya.

Ketika doa itu tak juga terkabul, ia tak lagi pesimis atau menyalahkan Sang Maha Pengasih. Selain Abu Nawas, ada juga tokoh lain yang turut serta mewarnai kisahnya. Yakni sang gadis pujaan yang namanya selalu disebut oleh Abu Nawas selesai salat lima waktu.

BACA JUGA:Kalah Populer Dari Telur Ayam, Ini Manfaat Luar Biasa Telur Bebek bagi Kesehatan

3. Latar

Tak ada latar lokasi yang disebutkan secara khusus dalam kisah Abu Nawas mencari jodoh ini. Namun, tetap ada latar waktu yang disebutkan, yakni setelah salat lima waktu.

4. Alur

Kisah Abu Nawas memanjatkan doa untuk mencari dan minta jodoh ini memiliki alur maju atau progresif. Ceritanya dimulai dari Abu Nawas yang tengah jatuh hati kepada seorang gadis dan berharap dijodohkan dengannya. Ia pun kemudian berdoa sepenuh hati kepada Allah Swt. agar bisa dekat dengan gadis tersebut.

Konflik terjadi ketika setelah berbulan-bulan lamanya ia tak juga didekatkan dengan gadis tersebut. Ia pun kemudian mengubah isi doanya dan kembali meminta Allah Swt.

agar mendapat istri terbaik. Ketika doa itu tak juga terkabulkan, ia pun Kembali mengubahnya agar Allah Swt. memberikan menantu terbaik untuk ibunya. Pada akhirnya, doa itu pun terkabul dan Abu Nawas bisa menikah dengan wanita pujaannya.

BACA JUGA:Sawo, Buah Tropis Sederhana dengan Segudang Manfaat Kesehatan

5. Pesan Moral

Amanat atau pesan moral yang bisa didapatkan dari kisah Abu Nawas mencari jodoh ini adalah jangan pernah merasa lelah meminta kepada Allah Swt. karena Ia pasti akan mengabulkan doa hamba-Nya pada waktu yang tepat.
Selain unsur intrinsiknya, ceritanya juga mengandung unsur ekstrinsik.

Yakni hal-hal di luar kisahnya yang mempengaruhi dan mewarnai jalannya cerita, seperti nilai moral, budaya, dan agama.

Fakta Menariknya

Sudah puas membaca kisah Abu Nawas yang sedang mencari jodoh dan ulasan unsur intrinsiknya? Jangan lupa baca sekalian sedikit ulasan seputar fakta menariknya.

1. Doa Meminta Jodoh

Buat kamu yang sedang jomblo seperti Abu Nawas di awal kisah mungkin bertanya-tanya seperti apa sebenarnya doa mencari atau minta jodoh yang baik. Tak perlu galau atau risau, karena di dalam Alquran sendiri beberapa kali disebutkan ayat yang berisi doa mendapatkan jodoh yang terbaik.

BACA JUGA:7 Manfaat Biji Pepaya yang Jarang Diketahui, dari Jaga Pencernaan hingga Cegah Parasit

Yang pertama adalah surat Al-Anbiya’ ayat 89 yang berbunyi, “Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin.” Ayat yang bermakna, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik” itu diangkat dari kisah Nabi Zakaria yang mengalami cobaan karena belum memiliki keturunan selama puluhan tahun. Semoga saja dengan mengucapkan doa ini setelah salat, Allah Swt. akan semakin cepat mendekatkanmu dengan jodohmu.

Kemudian ada juga surat Al-Furqan ayat 74 yang berbunyi, “Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzuriyyatinaa qurrota a’yun.” Maknanya adalah, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati. Dengan melafalkan doa ini setiap kali selesai salat lima waktu, semoga hatimu menjadi lebih tenang dalam menjemput jodoh impianmu.

Selain kedua doa yang berasal dari Alquran itu, ada juga doa lain yang sama baiknya dan bisa kamu gunakan. Khususnya jika kamu ingin berdoa secara spesifik berdasarkan jenis kelaminmu.

BACA JUGA:Mengenal Manfaat Nanas, Buah Eksotis Kaya Gizi dan Baik untuk Kesehatan

Bagi laki-laki bisa berdoa, “Robbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju biha watakunu shoohibatan lii fiddini waddunyaa walaakhiroh.” Artinya adalah, “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu.

Istri yang aku lama dan nikahi. Istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia, dan akhirat.”
Sementara bagi para perempuan bisa berdoa, “Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban wayakuuna shoohiban lii fiddini waddunyaa wal aakhiroh.” Dengan arti, “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu. Suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia, dan akhirat.”

Kategori :