PT BSL Hentikan Sementara Penerimaan TBS Jelang Lebaran, Waktu Libur Dimanfaatkan Perawatan Pabrik

Kamis 12-03-2026,11:09 WIB
Reporter : Deby
Editor : Aman Santoso

RASELNEWS.COM - Menjelang libur Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas operasional di PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) masih berlangsung normal seperti hari-hari biasa. Namun memasuki masa libur Lebaran, perusahaan akan menghentikan sementara penerimaan serta pengolahan tandan buah segar (TBS) guna melakukan perawatan dan perbaikan mesin pabrik.

Kepala Tata Usaha PT BSL, Fajar, mengatakan penghentian operasional tersebut merupakan agenda rutin yang dimanfaatkan perusahaan untuk membenahi sejumlah fasilitas pabrik agar kembali beroperasi secara optimal setelah libur Lebaran.

BACA JUGA:THR ASN Bengkulu Selatan Segera Cair, Proses Pencairan Dimulai Jumat

“Menjelang Lebaran aktivitas pabrik masih berjalan normal. Namun saat masa libur nanti kami fokus melakukan perbaikan mesin serta pembenahan beberapa fasilitas di pabrik,” ujar Fajar, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, penerimaan TBS dari petani terakhir dilakukan pada 18 Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk memastikan seluruh buah yang masuk dapat diolah secara maksimal sebelum karyawan menjalani libur Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026.

BACA JUGA:Polres Bengkulu Selatan Sediakan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis bagi Pemudik

“Untuk penerimaan buah terakhir dari petani itu tanggal 18 Maret. Kemudian pada 19 Maret kami menyelesaikan pengolahan buah yang masih tersedia sebelum pabrik memasuki masa libur,” jelasnya.

Setelah masa libur berakhir, penerimaan TBS dari petani dijadwalkan kembali dibuka pada 28 Maret 2026. Sementara proses pengolahan buah di pabrik akan kembali berjalan normal mulai 30 Maret 2026.

BACA JUGA:Gas Elpiji 3 Kg Langka di Bengkulu Selatan Jelang Lebaran, Harga Eceran Tembus Rp40 Ribu

Fajar menegaskan, perusahaan tetap menjaga standar kualitas buah yang diterima dari petani. Pihak pabrik hanya menerima TBS yang telah matang sempurna agar kualitas minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang dihasilkan tetap optimal.

“Pabrik hanya menerima buah yang benar-benar matang. Jika buah masih mentah tentu kandungan minyaknya sangat rendah sehingga tidak bisa menghasilkan CPO secara maksimal,” tegasnya.

BACA JUGA:Momentum “Membangun Bersama Rakyat”, Bengkulu Selatan Mantapkan Langkah Menuju Daerah yang Lebih Maju

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sepanjang 2026 perusahaan mengalami penurunan pasokan TBS dari petani sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh semakin banyaknya pabrik pengolahan sawit yang beroperasi di wilayah sekitar, sehingga memicu persaingan dalam pembelian buah dari petani.

“Penurunan sekitar 10 sampai 15 persen dibanding tahun lalu. Salah satu faktornya karena sudah banyak pabrik CPO yang beroperasi di daerah sekitar sehingga persaingan harga juga meningkat,” ungkapnya.

BACA JUGA:Ketua DPRD Optimistis Bengkulu Selatan Semakin Maju di Usia ke-77

Meski demikian, manajemen perusahaan tetap melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghindari antrean panjang truk pengangkut TBS yang masuk ke area pabrik, terutama menjelang libur Lebaran. Hal ini penting mengingat lokasi PT BSL berada di jalur Jalan Lintas Sumatra yang memiliki arus lalu lintas cukup padat.

“Meskipun saat ini relatif sepi, akses keluar masuk kendaraan tetap menjadi perhatian agar tidak terjadi kemacetan saat truk TBS masuk ke pabrik,” pungkasnya. (*)

Kategori :