RASELNEWS.COM - Apakah Samsung sengaja membuat Galaxy S26 versi standar menjadi pilihan yang kurang menarik dibandingkan iPhone 17?
Penjualan lini Galaxy versi dasar terus tertekan karena varian Ultra mendominasi pasar dari tahun ke tahun. Di sisi lain, Apple berhasil menghadirkan iPhone 17 yang begitu unggul hingga mencetak rekor penjualan global baru tahun lalu.
BACA JUGA:5 Rekomendasi HP Samsung Murah Terbaru Maret 2026, Mulai Rp2 Jutaan
Kini, para penggemar mulai bertanya-tanya apakah Samsung sengaja “mengabaikan” Galaxy S26 demi mendorong penjualan Galaxy S26 Plus dan Galaxy S26 Ultra?
Apakah masih ada alasan untuk memilih versi standar Galaxy S? Jelas terlihat, ketika disandingkan dengan “saudara-saudaranya”, Galaxy S26 tampak kalah jauh, sehingga mendorong pengguna untuk beralih ke model yang lebih premium.
Galaxy S26 masih kekurangan banyak fitur
Bagi banyak pengguna, Galaxy S26 versi standar tidak buruk, tetapi juga tidak istimewa—terutama jika dibandingkan dengan model lain dalam seri Galaxy S26.
Sebagai contoh, Galaxy S26 hanya mendukung pengisian cepat kabel 25W, sementara Galaxy S26 Plus sudah mencapai 45W.
BACA JUGA:Daftar HP Samsung Terbaru 2026: Spesifikasi Lengkap dan Update Harga
Kecepatan pengisian nirkabelnya juga tetap 15W, sama seperti generasi sebelumnya. Sementara itu, Galaxy S26 Plus dan Galaxy S26 Ultra justru mendapatkan peningkatan kecepatan pengisian tahun ini.
Galaxy S25 Plus sebelumnya sudah memiliki pengisian kabel 45W tetapi masih 15W untuk nirkabel. Kini, Galaxy S26 Plus ditingkatkan menjadi 20W untuk nirkabel. Galaxy S25 Ultra memiliki 45W (kabel) dan 15W (nirkabel), lalu meningkat menjadi 60W dan 25W pada Galaxy S26 Ultra.
Namun, Galaxy S26 standar tidak mendapat peningkatan sama sekali. Ironisnya, ukurannya justru lebih besar dengan kapasitas baterai lebih tinggi, membuat waktu pengisian lebih lama dan tidak lagi terasa sebagai “ponsel ringkas”.
BACA JUGA:Poco X8 Pro vs Samsung Galaxy S26 Plus: Harga Jauh Lebih Murah, Performa Tak Kalah Menarik
Galaxy S26 Plus dan Ultra juga dibekali fitur fotografi dan video baru seperti ProScaler serta peningkatan kemampuan low-light—yang tidak tersedia di Galaxy S26 standar. Keduanya juga mendukung UWB, fitur yang kembali absen di model dasar.
Harga Galaxy S versi standar memang naik tahun ini, tetapi selain peningkatan kapasitas penyimpanan, pengalaman keseluruhan bagi pengguna tidak banyak berubah.
Galaxy S26 tertinggal dari segi fitur penting
Bukan hanya kalah dari varian yang lebih tinggi, Galaxy S26 juga mulai tertinggal dibandingkan tren industri.
Samsung memperkenalkan layar dengan fitur keamanan khusus pada Galaxy S26 Ultra, meskipun masih memiliki kekurangan.
BACA JUGA:Samsung Hentikan Penjualan Galaxy Z TriFold, Ponsel Lipat Tiga yang Sedang Laris Manis
Namun, banyak fitur penting lain justru belum hadir. Tidak ada satu pun model Galaxy S26 yang memiliki magnet Qi2 bawaan, sehingga pengguna harus membeli casing tambahan.
Selain itu, tidak ada Galaxy S26 yang menggunakan layar 10-bit, meskipun Samsung Display merupakan salah satu pelopor teknologi ini.
Banyak ponsel flagship lain sudah mengadopsinya, sementara Samsung masih mengandalkan simulasi 10-bit lewat software pada panel 8-bit.
Setiap tahun, Galaxy S versi standar semakin kurang menarik—berbanding terbalik dengan strategi Apple pada iPhone 17. iPhone 17 standar kini memiliki layar anti-refleksi dan refresh rate 120 Hz, memperkecil jarak dengan versi Pro.
Semua model iPhone 17 juga sudah dilengkapi magnet Qi2 dan dukungan UWB. Apple tidak menahan fitur seperti tombol kontrol kamera atau layar keamanan hanya untuk versi Pro.
Varian Pro memang ditujukan untuk kebutuhan khusus, tetapi bukan berarti versi standar dikurangi secara signifikan.
Inilah alasan iPhone 17 versi standar laris di pasaran: nilai yang ditawarkan sangat sepadan, berbeda dengan Galaxy S26.