RASELNEWS.COM, BENGKULU SELATAN - Harga jual Tandan Buah Segar (TBS) sawit berpotensi kembali turun. Alasannya saat ini TBS menumpuk di Pabrik Pengelolaa Kelapa Sawit (PKS) maupun di ram milik pengepul.
Pantauan Raselnews.com di lapangan, salah satu antre kendaraan TBS yang mengular terdapat di PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya. Ratusan truk besar pengangkut TBS memadati area parkir pabrik dengan nomor antre yang semakin gendut.
"Saat ini harga beli TBS ditingkat pengepul Rp2500 per kilogram. Ini bisa saja turun lagi tergantung harga beli di pabrik. Apalagi dimana-mana sekarang antre TBS panjang," ujar Putra (45) Pengepul TBS dari Kecamatan Pino Raya, Minggu (5/4/2026).
Lanjut Putra, jika dibandingkan periode Januari-Februari 2026 lalu. Harga TBS saat ini masih terbilang kompetitif. Dimana, hanya ada selisih harga antara Rp50-Rp80 saja per kilogramnya.
BACA JUGA:Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop Gaming Spek Dewa dengan Harga Tak Masuk Akal di 2026
"Harapan kami tentu harga TBS tetap stabil, karena lebih 80 persen masyarakat di Bengkulu Selatan perekonomiannya ditopang kelapa sawit," imbuhnya.
Sementara itu, Mill Manager PT SBS Achmad Simare-mare menyebutkan bahwa harga beli TBS ditingkat pabrik saat ini Rp2840 per kilogramnya. Harga itu mengalami penurunan sebesar Rp60 jika dibandingkan sebelum lebaran dulu.
BACA JUGA:7 Inspirasi Model Atap Rumah Minimalis Modern 2026 yang Estetik dan Fungsional
"Harga TBS itu dipengaruhi oleh CPO dunia. Semakin mahal CPO maka harga TBS semakin mahal," pungkas Achmad. (rzn)