Genesis : Banjir Bengkulu Akibat Rusaknya Hutan

Selasa 07-04-2026,17:01 WIB
Reporter : Lisa Rosari
Editor : REZAN OKTOWESA

BENGKULU -  Genesis Bengkulu menyoroti bencana banjir yang terus terulang di wilayah Provinsi Bengkulu. Bencana Banjir dinilai tidak bisa lagi dilihat sebagai fenomena alam semata. Berdasarkan kajian Genesis, banjir merupakan dampak langsung dari kerusakan kawasan hulu yang terjadi secara masif, sistematis, dan terus berlangsung hingga hari ini.

Direktur Genesis Bengkulu, Egi Ade Saputra mengatakan, data terbaru Genesis menunjukkan bahwa kerusakan hutan di Bengkulu telah melampaui 150 ribu hektar. Ini bukan sekadar angka, tetapi hilangnya benteng alami yang selama ini menyerap dan menahan air. 

BACA JUGA:Dibanderol Rp 19 Juta, Motor Listrik Yadea Osta Mampu Tempuh 150 KM Sekali Pengisian Daya

"Ketika hutan hilang, air hujan tidak lagi tersimpan, melainkan langsung mengalir ke sungai dan permukiman," kata Egi, Selasa (7/4). 

Menurut Egi, kawasan hulu DAS yang seharusnya menjadi daerah tangkapan air kini rusak akibat deforestasi dan alih fungsi hutan. Kerusakan ini didorong oleh ekspansi industri ekstraktif dan perkebunan skala besar yang masuk hingga ke dalam kawasan hutan.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Gubernur Perintahkan BPBD OPD Gerak Cepat

Dalam temuan Genesis, kerusakan ini berkaitan langsung dengan berbagai izin yang dikeluarkan negara, mulai dari Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), izin pertambangan, hingga HGU perkebunan. Alih-alih melindungi hutan, izin-izin ini justru membuka jalan bagi eksploitasi besar-besaran.

"Di sektor pertambangan, lemahnya pengawasan terlihat jelas," ujarnya. 

BACA JUGA:Poco X8 Pro Max Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Performa Ekstrem di Kelas Menengah

Kanopi mencatat, Aktivitas PT Bara Mega Quantum yang tidak menjalankan kewajiban pascatambang menyebabkan lahan terbuka terus dibiarkan. Selain itu, aktivitas tambang di aliran sungai Bantang Kemumu yang mengalir ke sungai bengkulu oleh PT Inti Bara Perdana dan PT Bengkulu Bio Energi memperparah sedimentasi sungai, yang berdampak langsung pada banjir di Bengkulu Tengah hingga Kota Bengkulu.

Di sektor kehutanan, aktivitas PBPH oleh PT Anugerah Pratama Inspirasi dan PT Bentara Agra Timber telah mempercepat kerusakan hutan di Bentang Alam Seblat wilayah penting sebagai penyangga air di Mukomuko dan Bengkulu Utara.Sementara itu, ekspansi perkebunan sawit skala besar yang masuk hingga ke dalam kawasan hutan juga menjadi faktor penting. 

BACA JUGA:Baru Dibangun, Jembatan Senilai Rp 16 Miliar di Seluma Sudah Jebol

"Sedikitnya 13 perusahaan perkebunan yang diidentifikasi Genesis berkontribusi terhadap hilangnya tutupan hutan di wilayah hulu," ujar Egi. (cia)

Kategori :