BI Bengkulu Gandeng Pesantren Tekan Inflasi

BI Bengkulu Gandeng Pesantren Tekan Inflasi

BI Bengkulu Gandeng Pesantren Tekan Inflasi-istimewa-dokumen

BENGKULU, Bank Indonesia (BI) Bengkulu menggandeng pondok pesantren di Bengkulu guna membantu mengendalikan inflasi melalui program Wakaf Trendi (Trengginas, Edukatif, Mandiri).

Tahun ini terdapat tiga pondok pesantren di Bengkulu sebagai penerima manfaat. Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, program ini dirancang agar pesantren memiliki unit usaha mandiri di bidang ekonomi yang bisa membantu mengendali inflasi.

BACA JUGA:Xiaomi SU7 2026 Laris Manis, 34 Menit Baru Diluncurkan Terjual 15.000 Unit

"Kita mendorong semua pihak termasuk pesantren untuk memiliki usaha produktif yang produksinya disinergikan, selain untuk pasar domestik termasuk juga kebutuhan untuk Program Makan bergizi Gratis (MBG)," kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, program wakaf trendi telah diinisiasi dari tahun 2025 yang menyasar satu pesantren sebagai penerima manfaat.

Tahun ini, penerima program ditingkatkan menjadi tiga pesantren yang merupakan upaya BI Bengkulu untuk mendorong produktivitas dan pemberdayaan pesantren.

BACA JUGA:Pemkab Seluma Gelar Sidak Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Pastikan Disiplin ASN

BI Bengkulu mengumpulkan dana dari masyarakat, kemudian dana tersebut diwakafkan ke pesantren untuk mengembangkan usaha produktif di bidang ekonomi yakni peternakan dan perikanan.

"Masalah kita salah satunya adalah sisi produksi, terutama produksi bahan pangan," ujar Wahyu.

Hingga saat ini, dana yang terkumpul telah mencapai Rp100.050.000, meningkat dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp33 juta. Tahun lalu, dana tersebut dialokasikan melalui jaringan Muhammadiyah dengan fokus peternakan dan perkebunan sawit.

BACA JUGA:Wisata Ikan Larangan Desa Taba Lubuk Puding Hampir Tembus 1.000 Orang di Hari Ke-4 Lebaran

Wahyu mengatakan, pada tahun ini, sebanyak tiga pesantren menerima alokasi masing - masing Rp30 juta. Ia optimis jumlah itu bisa bertambah mengingat pengumpulan dana terus dilakukan.

"Angka ini bisa bertambah karena proses pengumpulan dana belum ditutup. Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi di pesantren," pungkasnya. (cia)

Sumber: kepala bi perwakilan bengkulu wahyu yuwana hidayat