Demon-Gilang Pimpin AJI Bengkulu 2026-2029

Demon-Gilang Pimpin AJI Bengkulu 2026-2029

Ketua AJI Bengkulu Bayu, menyampaikan visi dan misi organisasi yang ia pimpin-IST-LISA LOSARI

RASELNEWS.COM, BENGKULU – Demon Fajri dan Gilang Tri Wibisono terpilihs ecara aklamasi sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Bengkulu, periode 2026 - 2029, dalam Konferta ke-4 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bengkulu, pada Minggu (3/5). 

Pemilihan secara aklamasi mencerminkan kepercayaan anggota terhadap duet kepemimpinan baru untuk melanjutkan estafet organisasi di tengah tantangan dunia pers yang terus berkembang.

BACA JUGA:Tim Kesehatan Kodim 0424/Seluma Siaga Berikan Pelayanan Medis di Lokasi TMMD

Demon Fajri diketahui merupakan jurnalis Bincang Perempuan, sementara Gilang Tri Wibisono merupakan jurnalis Kompas TV. 

Sebelumnya, AJI Bengkulu dipimpin Yunike Karolina sebagai ketua dan Demon Fajri sebagai sekretaris. 

BACA JUGA:Jangan Buang Biji Pepaya: Si Kecil Hitam dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Usai terpilih, Demon Fajri menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin AJI Bengkulu selama tiga tahun ke depan.

"Ini amanah besar yang tentu tidak bisa dijalankan sendiri. Saya berharap dukungan dan masukan dari seluruh anggota agar AJI Bengkulu semakin baik," ujar Demon Fajri.

BACA JUGA:Satpol PP Seluma Segera Eksekusi Tempat Hiburan Malam di Simpang 6 Tais

Ia mengatakan, kepengurusan baru akan dihadapkan pada tantangan besar, terutama di era digital yang terus berubah. 

Menurutnya, organisasi profesi jurnalis harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.

BACA JUGA:Daun Kelor: Superfood Lokal dengan Segudang Manfaat Kesehatan

"Perubahan digital sangat cepat. Tantangannya bukan hanya persaingan media, tetapi juga maraknya informasi yang belum tentu benar. Karena itu, AJI Bengkulu harus hadir menjaga profesionalisme dan kualitas jurnalisme," katanya.

Selain itu, Demon menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas antar anggota, meningkatkan kapasitas jurnalis, dan menjaga independensi profesi dari berbagai bentuk intervensi.

Sumber: