Dinas Dikbud Bengkulu Selatan Siap Lestarikan Adat dan Lewat Sekolah
Kepala Dinas Dikbud Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya -andri hementro-raselnews.com
RASELNEWS.COM - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, M.Pd, menegaskan komitmen Dinas Dikbud untuk melestarikan adat dan budaya daerah lewat jalur pendidikan formal.
“Adat dan budaya Bengkulu Selatan tidak boleh hilang digerus zaman. Sekolah harus jadi benteng pelestariannya. Anak-anak kita wajib kenal, paham, dan bangga dengan identitas daerahnya sendiri,” kata Lusi.
BACA JUGA:Dinas Dikbud Bengkulu Selatan Diapresiasi DPRD, Komitmen Benahi Infrastruktur Pendidikan
Lusi menyebut, Dikbud BS akan mengintegrasikan muatan lokal adat Bengkulu Selatan ke dalam pembelajaran. Mulai dari bahasa Serawai, tarian andun, musik dol, naskah kuno kaganga, sampai tata krama adat istiadat.
“Nggak cukup hanya di buku. Harus ada praktiknya. Anak SD-SMP kita ajarkan langsung cara menari andun, main dol, sampai pantun besemah,” jelasnya.
BACA JUGA:Kadis Dikbud Bengkulu Selatan Tegaskan WFA Tidak Berlaku di Sekolah, KBM Tetap Normal
Ia juga mendorong sekolah mengaktifkan sanggar seni dan rutin menggelar pentas budaya tiap bulan.
“Jadikan budaya ini keren di mata siswa. Kalau mereka cinta budaya sendiri, nggak akan minder sama budaya luar,” tegas Lusi.
Kadis Dikbud menambahkan, pihaknya akan menggandeng tokoh adat, budayawan, dan seniman lokal sebagai guru tamu di sekolah.
“Ilmu dari para tetua ini mahal. Jangan sampai putus di generasi kita. Harus diwariskan ke anak cucu,” kata Lusi.
BACA JUGA:Tingkatkan Akhlak Mulia, Kadisdikbud Arahkan Anak Gemar Menabung
Menurutnya, pelestarian budaya sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila, terutama dimensi berkebinekaan global.
“Kenal budaya sendiri dulu, baru bisa menghargai budaya orang lain. Itu pondasi karakter bangsa,” tambahnya.
Lusi Wijaya berharap, lewat gerakan ini Bengkulu Selatan punya generasi yang cerdas secara akademik, tapi juga berakar kuat pada budaya daerah.
Sumber: dinas dikbud bengkulu selatan


