Perahu dan Fuso Terbalik

Perahu dan Fuso Terbalik

KAUR  - Kecelakaan terjadi di dua titik berbeda dalam wilayah Kabupaten Kaur. Kecelakaan pertama menimpa nelayan Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan, lantaran perahu yang dibawa melaut terbalik. Sedangkan kejadian kedua terjadi di darat, Fuso Nopol BE 8682 BE bermuatan pipa paralon, terbalik saat akan dievakuasi setelah terseret banjir.

Pada kecelakaan di laut, dua nelayan Mek (40) dan Dedi (38), warga Kelurahan Bandar Bintuhan Kecamatan Kaur Selatan, berhasil selamat. Perahu yang mereka tumpangi terbalik setelah dihantam ombak tinggi, saat tengah mengangkat jaring yang ditebar.

Kejadian sekitar pukul 09.10 WIB, kemarin, menyebabkan perahu fiber yang ditumpangi mengalami kerusakan. Sedangkan Mek dan Dedi, berhasil berenang ke daratan dari lokasi melaut sekitar 1 mil dari Pelabuhan Pasar Lama. “Tak ada yang cidera, mereka selamat. Hanya saja, perahu yang mereka bawa mengalami kerusakan,” ungkap nelayan Pasar Lama, Sukadi (50).

Kapolres Kaur AKBP Dwi Agung Setyono SIK, MH melalui Kapolsek Kaur Selatan Iptu Edy Suprianto, SE, juga mengaku sudah menerima laporan terkait terbaliknya perahu nelayan. Kapolsek mengimbau para nelayan tidak memaksakan melaut jika cuaca tengah buruk. "Utamakan keselamatan, jangan paksa melaut kalau cuaca buruk,” pesan Kapolsek.

Fuso Terbalik

Sementara itu, banjir yang melanda Kota Bintuhan sejak Rabu (29/9) sore, membuat satu unit Fuso bernomor polisi BE 8682 BE, terseret dan terperosok di jalan lintas Desa Gedung Sako Kecamatan Kaur Selatan. Fuso bermuatan pipa paralon yang berniat menuju Kota Bengkulu, terpaksa harus menunggu evakuasi untuk dapat melanjutkan perjalanan. Data terhimpun, saat banjir melanda, sopir Fuso tidak dapat memperhatian badan jalan yang tergenang. Saat melintasi Desa Gedung Sako, ban kendaraan tersebut keluar badan jalan hingga terperosok dan tidak dapat berjalan.

Saat terperosok, posisi kendaraan masih berdiri meski dalam kondisi miring. Namun ketika upaya evakuasi dilakukan dengan ditarik kendaraan lain, fuso tersebut malah benar-benar terjungkal. Terang saja itu membuat muatan di atasnya berhamburan.

“Itu kecelakan tunggal, karena terperosok saat menghindari banjir. Tapi saat ditarik malah terbalik," ujar Kapolres Kaur disampaikan Kasatlantas Iptu. M. Prenata Al Ghazali, STK. Pasca banjir yang melanda Kaur, kemarin, kondisi jalan raya mulai dapat dilintasi dengan norma. Genangan air sudah tidak menghalangi kendaraan yang melintas. "Jangan memaksakan berkendara di saat hujan lebat. Jangan nekat menerobos banjir, lebih baik beristihat dulu. Apalagi kondisi cuaca masih buruk, diperkirakan hujan masih akan terjadi,” tutup Kasat Lantas. (jul)

Sumber: