Belasan Meteran Pelanggan PLN di Kaur Ditarik

Belasan Meteran Pelanggan PLN di Kaur Ditarik

Petugas PLN Bintuhan, Kaur memutus sambungan pelanggan yang menunggak pembayaran rekening tagihan listrik-julianto-raselnews.com

KAUR, RASELNEWS.COM - Memasuki akhir tahun 2022, PLN Rayon Bintuhan, Kabupaten Kaur membongkar meteran 13 pelanggan di 15 kecamatan.

Pemutusan sambungan secara permanen dilakukan karena pelanggan menunggak pembayaran rekening.

Untuk mendapatkan kembali sambungan listrik, pelanggan tersebut diminta melakukan migrasi ke sistem prabayar (token).

BACA JUGA:40 Persen SD Kekurangan Komputer, Mayoritas di Desa

Selain itu, sekitar 2.062 pelanggan juga terancam mendapatkan pemutusan sambungan listrik. Pasalnya mereka sudah menunggak pembayaran rekening listrik lebih dari dua bulan.

“Yang sudah kami bongkar permanen itu ada 13 pelanggan. Sedangkan sisanya akan kami putus bila tak menyelesaikan pembayaran di bawah tanggal 20 (Desember 2022)," ancam Manajer PLN Rayon Bintuhan A. Shandi Rambang kepada Raselnews.com, Senin (12/12/2022).

BACA JUGA:Anggota Satpol PP-Damkar Bengkulu Selatan Dievaluasi, Erwin Pastikan Tak Ada yang Diberhentikan

Ia menyebut dari 35.825 pelanggan PLN di Kaur, rata-rata omzet tagihan perbulan mencapai Rp4,5 miliar.

Ada 15.727 pelanggan pasca bayar  dan sisanya pelanggan prabayar atau sistem token.

Shandi mengaku ada Rp 285 juta tunggakan pelanggan yang belum diselesaikan untuk dua bulan ke atas. Sementara tunggakan satu bulan ke atas mencapai Rp 1,2 miliar lebih.

BACA JUGA:Duh...Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan di Bengkulu Selatan Capai Rp12.4 Miliar

"Pelanggan yang menunggak ada 1.762 pelanggan untuk tunggakan dua bulan ke atas. Sedangkan yang tiga bulan dan sudah diputus ada 13 pelanggan," tuntas Shandi. (jul)

Sumber: