Bisa Kaya Mendadak, Barang Antik Ini Berharga Miliaran di Indonesia, Ada Uang Kuno dan dan Perangko

Bisa Kaya Mendadak, Barang Antik Ini Berharga Miliaran di Indonesia, Ada Uang Kuno dan dan Perangko

Barang Antik termahal di Indonesia-istimewa-raselnews.com

BENGKULU SELATAN, RASELNEWS.COM – Membahas soal barang antik seolah tiada habisnya.

Apalagi jika mendengar harganya yang tinggi hingga miliaran rupiah, bikin geleng geleng kepala.

Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis barang antik yang memiliki nilai hingga miliaran rupiah.

barang antik yang bernilai tinggi tersebut meliputi guci kuno, uang kuno, gramophone, prangko lama, dakon dan kartu pos.

BACA JUGA:Popularitas Uang Koin Rp1.000 Kelapa Sawit Meningkat, Berapa Harga Jualnya? Cek di Sini

BACA JUGA:Bukan Hanya Koin Kuno, 5 Barang Antik Ini Ternyata Masih Menjadi Incaran Kolektor, Auto Tajir Bro....

Jika Anda menyimpan salah satu dari barang itu, bisa kaya mendadak.

Karena barang paling diburu oleh para kolektor barang antik. Harga yang ditawarkanpun fantastis.

Jika bertemu salah satu dari 6 jenis barang tersebut, kolektor tidak akan ragu merogoh kocek hingga miliaran rupiah untuk memiliki barang tersebut.

BACA JUGA:Harganya Miliaran Rupiah, Selalu Jadi Incaran Kolektor, 4 Jenis Barang Antik Ini Bisa Bikin Kaya Mendadak

BACA JUGA:Si Pahit Lidah, Manusia Sakti Dari Sumatera Selatan, Sekali Berucap Jadi Kenyataan
 
Barang antik bernilai tinggi bukan karena barang tersebut masih bisa digunakan atau memiliki kekuatan gaib.

Tetapi karena barang antik itu langka, memiliki nilai seni dan sejarah yang tidak bisa dibuat buat saat ini.

Atas dasar itulah para kolektor berlomba lomba memburu barang antik untuk dijadikan koleksi.

Pada artikel kali ini raselnews.com akan membahas enam barang antik termahal di indonesia yang dikutip dari berbagai sumber.

BACA JUGA:DPRD Kaur Usulkan Perda Inisiatif Pondok Pesantren

BACA JUGA:Aturan Baru Tilang Manual 2023: Menyasar 10 Pelanggaran, Anggota Wajib Miliki Surat Perintah & Bersertifikasi

1. Guci Qianlong

Meskipun ukurannya terbilang kecil, namun guci Qianlong merupakan guci termahal di dunia.

Guci Qianlong terjual dengan harga Rp612 miliar. Guci setinggi 40 cm ini dibeli oleh seorang warga China.

Guci tersebut merupakan barang peninggalan Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing yang sangat berharga.

Ada juga kabar lain yang menyebut Qianlong berasal dari abad ke-18 dan laku terjual dengan harga sekitar 1,8 juta dollar atau setara Rp 26,3 miliar.

BACA JUGA:Polisi Bekuk Oknum Satpol PP Penjaga Rumah Dinas Wabup, 2 Paket Sabu Diamankan

BACA JUGA:Terbukti Korupsi Dana Hibah Kemenpora, Mantan Pejabat dan 2 Warga Kaur Divonis 4 Tahun & Denda Rp200 Juta

Guci berwarna biru dengan corak kerajaan berlapis emas dan perak.

Menurut sejarawan, guci tersebut pernah menjadi milik seorang kaisar China.

Guci dicat dengan warna yang disebut ‘biru pengorbanan’.

Disebut demikian karena warna yang sama juga disematkan pada bagian Kuil Surga di Beijing. Di Kuil Surga, kaisar Tiongkok kerap mengorbankan hewan dengan harapan bisa mendatangkan panen yang berlimpah.

BACA JUGA:Bisa Berdosa Besar, Menyingkat Tulisan Assalamu'alaikum adalah Kesalahan Fatal, Berikut Penjelasannya

BACA JUGA:Polda Bengkulu Bekuk 2 Residivis Pemilik 250 Paket Sabu Siap Edar

Dekorasi pada guci dibuat dari campuran perak dan emas, menggambarkan awan, burung bangau, kipas angin, seruling dan kelelawar.

Itu semua merupakan simbol kepercayaan kaisar  yang diartikan sebagai kehidupan baik dan panjang umur.

Zaman pemerintahan kaisar Qianlong menjadi masa penumpasan pemberontak. Pada masa ini pula seni berkembang dengan pesat di Tiongkok.

BACA JUGA:Sssttt….Kemenko Perekonomian Buka Lowongan Kerja Gaji Rp15 Juta untuk Lulusan SMA/SMK, Ini Syaratnya

BACA JUGA: Ustadz Alfian Jawal: Begini Cara Mengatasi Remaja yang Suka Mabuk Dalam Perspektif Islam

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 situasi politik di China memburuk. China kalah dalam perang melawan Eropa dan Amerika, dan pasukan asing menjarah sejumlah barang antik di istana.

Menurut Justin Jacobs, profesor sejarah di American University di Washington, DC, guci tersebut bisa saja merupakan hadiah dari kaisar kepada salah satu pejabat dan keluarga pejabat kemudian menjualnya di pasar pada abad ke-20 ketika mereka jatuh miskin.

Sumber: dikutup dari berbagai sumber terpercaya