Dulu Dihuni Ratusan KK, Kini Hanya Belasan! Desa Silogun Sumut Terancam Mati

Dulu Dihuni Ratusan KK, Kini Hanya Belasan! Desa Silogun Sumut Terancam Mati

ilustrasi desa mati di Sumut-istimewa-raselnews.com

RASELNEWS.COM - Ratusan penduduk Desa Silogun, Kecamatan Pakantan, Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) satu persatu meninggalkan tempat tinggal mereka.

Warga meninggalkan desa bukan tanpa alasan. Tak adanya akses jalan hingga minimnya sarana pendidikan membuat desa yang berada di kaki Gunung Kulabu ini terancam mati.

BACA JUGA:Sebanyak 99.891 Warga Miskin Bengkulu Selatan Dibantu BPJS Kesehatan Gratis

Dahulu, desa ini dihuni oleh ratusan kepala keluarga (KK), tetapi saat ini hanya ada beberapa belasan KK yang tinggal.

Masyarakat memilih untuk pindah dan meninggalkan Desa Silogun karena desa ini tidak pernah mengalami perkembangan karena tidak ada akses jalan yang memadai.

BACA JUGA:Jabatan Sekda Provinsi Bengkulu Sepi Pelamar, Semingu Pendaftaran Baru Satu Pelamar, Ada Apa?

Situasinya seperti tahun 1980-an, dengan rumah-rumah yang terbengkalai tanpa perawatan. Bahkan, posyandu di desa tersebut tidak pernah difungsikan karena tidak ada petugas yang datang.

Sejak desa ini didirikan puluhan tahun yang lalu, jalan menuju desa tidak pernah dibangun. Yang ada hanya jalan setapak yang sudah ditumbuhi semak belukar.

BACA JUGA:Negara Paling Bahagia di Dunia: Finlandia Geser Denmark, Indonesia Nomor Berapa Ya?

Penduduk hanya bisa berjalan kaki sejauh lebih dari 5 kilometer untuk keluar atau masuk desa. Mereka berharap agar jalan di desa mereka diperbaiki.

Penduduk khawatir bahwa desa mereka akan menjadi desa mati karena banyak orang yang memilih pindah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) Madina, Elfi Yanti Harahap, mengatakan bahwa pemerintah kabupaten memiliki keterbatasan anggaran untuk pembangunan jalan.

BACA JUGA:Anda Menggunakan 13 Kosmetik Ini? Buang Sekarang! BPOM: Mengandung Merkuri, Berisiko Kanker Kulit

"Ada 23 kecamatan di Madina yang juga harus mendapatkan perhatian yang proporsional. Namun, kami akan terus mengusulkan perbaikan," ucapnya pada Rabu (21/6/2023).

Saat ini, desa tersebut hanya dipenuhi deretan rumah panggung dari kayu yang terbengkalai.

Awalnya, puluhan KK tinggal di desa ini. Kemudian, desa ini tak mampu berkembang meskipun sudah mendapat bantuan  dana desa.

BACA JUGA:Makanan Suku Nenets, Penduduk Arktik Rusia Bikin Perut Mual, Apalagi Minumannya

Alhasil, rumah panggung dari kayu yang tadinya kokoh berdiri, kini mulai lapuk dan roboh karena ditinggalkan penghuninya.

Padahal Desa Silogun dikenal sebagai salah satu daerah produktif penghasil bumi di Sumut.

Sumber: