Cegah Kerusakan, Ini 3 Bagian Mobil yang Tak Boleh Terkena Air Saat Cuci Sendiri di Rumah

Cegah Kerusakan, Ini 3 Bagian Mobil yang Tak Boleh Terkena Air Saat Cuci Sendiri di Rumah

Cegah Kerusakan, Ini 3 Bagian Mobil yang Tak Boleh Terkena Air Saat Cuci Sendiri di Rumah-istimewa-freepik.com

RASELNEWS.COM - Mencuci mobil sendiri di rumah kerap dipilih karena dinilai lebih praktis dan hemat biaya. Selain bisa dilakukan kapan saja, pemilik kendaraan juga dapat membersihkan mobil sesuai kebutuhan.

Meski begitu, tidak semua bagian mobil aman terkena air, terlebih jika menggunakan semprotan bertekanan tinggi.

Kesalahan saat mencuci mobil justru dapat memicu berbagai masalah, mulai dari gangguan kelistrikan, komponen berkarat, hingga performa mesin menurun. Karena itu, pemilik mobil perlu memahami area mana saja yang sebaiknya dihindari dari paparan air langsung.

BACA JUGA:Saudara Honda Supra X di Malaysia Dapat Penyegaran, Harga Mulai Rp 22 Jutaan

Meski banyak soket mobil modern sudah dilengkapi pelindung karet tahan air, semprotan bertekanan tetap berisiko membuat air masuk ke perangkat sensitif.

Berikut tiga bagian mobil yang perlu dihindari saat mencuci kendaraan sendiri di rumah:

1. Komponen Kelistrikan

Bagian yang berhubungan dengan sistem elektrik wajib dijauhkan dari semprotan air langsung.

Komponen seperti aki, alternator, sekring, soket kabel, sensor, hingga ECU sangat sensitif terhadap kelembapan. Air yang masuk dapat menyebabkan korsleting dan membuat mesin sulit dihidupkan.

Pembersihan area ini sebaiknya menggunakan lap kering atau sedikit lembap. Jika ingin mencuci ruang mesin, perlu teknik khusus seperti melepas soket tertentu dan memastikan proses pengeringan dilakukan menyeluruh.

BACA JUGA:Spesifikasi Mobil Polytron 2026 Varian G3 & G3+, Harga Dibuka dari Rp300 Jutaan

2. Sistem Pengapian

Komponen pengapian seperti koil, busi, kabel busi, dan distributor juga tidak boleh terkena air. Jika bagian ini lembap, percikan api pembakaran bisa terganggu. Dampaknya mesin bisa brebet, pincang, bahkan tidak bisa menyala.

Karena itu, hindari menyemprot langsung ke area mesin. Gunakan kuas halus atau lap kering untuk membersihkan debu di sekitar sistem pengapian, serta pastikan mesin dalam kondisi mati dan dingin.

3. Area Bearing (Laher)

Bearing atau laher terdapat pada roda dan sejumlah komponen berputar di ruang mesin. Bagian ini dilindungi pelumas khusus. Jika terkena air bertekanan tinggi, pelumas bisa hilang atau tercampur air sehingga mempercepat keausan dan menimbulkan bunyi kasar.

BACA JUGA:Pilihan Mobil Bekas Murah untuk Mudik Ramadan dan Lebaran 2026, Kabin Lega, Murah Biaya Perawatan

Penggunaan cairan seperti bensin untuk membersihkan area dekat bearing juga tidak disarankan karena dapat merusak pelumas dan karet seal.

Tips Aman Mencuci Mobil

Agar proses mencuci mobil tetap aman, pemilik kendaraan disarankan memahami teknik dasar pencucian, seperti membilas bodi dari atas ke bawah dengan tekanan air ringan. Hindari langsung menyemprot ruang mesin dan area sensitif.

Untuk pembersihan mesin, sebaiknya serahkan pada tenaga profesional. Tempat cuci mobil terpercaya umumnya memiliki peralatan dan prosedur yang lebih aman untuk menangani komponen sensitif.

BACA JUGA:Yamaha Mio Versi Baru Mulai Disiapkan, Bodi Maxi, Hasil Branding Yamaha Force 155

Dengan teknik yang tepat, mobil tetap bersih tanpa harus mengorbankan kondisi komponen penting. (**)

Sumber:

Berita Terkait