Bencana di Bengkulu Selatan: 8 Meninggal Dunia, Kerugian Rp4 Miliar

Jumat 18-11-2022,11:19 WIB
Reporter : admin53radarselatan
Editor : admin53radarselatan

BENGKULU SELATAN, RASELNEWS.COM – Terhitung Januari 2022 hingga Kamis (17/11/2022), tercatat ada 55 kejadian bencana alam melanda Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) dengan total korban jiwa 8 meninggal dunia dan kerugian Rp4 miliar.

Bencana tertinggi masih didominasi oleh gempa bumi. Maklum, hal ini lantaran wilayah BS masuk dalam kawasan gunung berapi atau ring off fire serta Provinsi Bengkulu juga dekat dengan lempeng Eurasia.

BACA JUGA:Tunjangan Sertifikasi Dihapus, Diganti Jadi Tunjangan Guru 2023

Rincian bencana alam yang melanda BS tahun ini terdiri dari 14 bencana gempa bumi, empat bencana banjir, sembilan tanah longsor, 12 bencana pohon tumbang, dua bencana angin puting beliung, satu kejadian jembatan putus, enam bencana kebakaran, tiga korban meninggal tenggelam dan sisanya abrasi sungai.

Bencana ini diprediksi masih akan terjadi hingga akhir tahun 2022, mengingat cuaca ekstrem masih terus terjadi.

Dari peristiwa bencana tersebut, 8 warga dilaporkan meninggal dunia.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Jalan Padang Panjang Tertutup Pohon Tumbang

Rinciannya, dua korban meninggal dunia saat kejadian jembatan putus di Desa Babatan Kecamatan Air Nipis pada 20 April 2022.

Satu korban meninggal tenggelam di Sungai Manna pada 25 Februari 2022.

Satu korban tenggelam di Bendungan Irigasi Desa Palak Bengkerung Kecamatan Air Nipis pada 20 Juni 2022.

Satu korban tenggelam di Water Park Kota Manna pada 20 Juni 2022, dan tiga meninggal dunia pada bencana kebakaran ruko di Kelurahan Kota Medan pada 7 November 2022.

BACA JUGA:Konten Porno Marak Disebar ke Medsos, Polisi Berikan Peringatan Tegas

Tak hanya korban jiwa, dampak dari kejadian bencana alam tahun ini mengakibatkan kerugian materiil mencapai Rp4 miliar lebih.

Kerugian ini terdiri dari kerusakan bangunan rumah, kerusakan ruko, kerusakan jalan, kerusakan tanaman perkebunan dan tanaman pertanian, kerusakan saluran irigasi, kerusakan jembatan, dan kematian hewan ternak.               

Pemkab Bengkulu Selatan bersama Pemprov Bengkulu sudah memberikan bantuan masa panic kepada mereka yang menjadi korban.

Kalaksa BPBD Bengkulu Selatan, Ir. Trisman didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BS, Akisar Diardi, S.E mengatakan, kejadian bencana murni karena faktor alam.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Ribuan Pelanggan PLN di Bengkulu Mati Lampu

“Untuk jumlah total bencana memang menurun dari tahun lalu, namun untuk nilai kerugian materiil sepertinya meningkat. Dari keseluruhan kejadian bencana ini, kami (BPBD) telah melakukan upaya penanggulangan plus evakuasi pasca bencana,” ujar Akisar ditemui Raselnews.com Kamis (17/11/2022).

Tingginya kejadian bencana alam di Bengkulu Selatan harus menjadi perhatian semua masyarakat. Apalagi kata Akisar, kondisi cuaca dan iklim saat ini tidak bisa diprediksi.

Meski ada patokan pada bulan tertentu umumnya  terjadi hujan, bukan tidak mungkin juga dapat terjadi kemarau.

BACA JUGA:Harga Sawit Bengkulu Ditetapkan Rp2.129 perkilogram

“Jadi pada intinya adalah peningkatan kewaspadaan. Kami selalu siap membantu dan menanggulangi bencana alam. Namun disisi lain, warga juga harus peka dengan perubahan cuaca maupun iklim,” terangnya.

Gencar Sosialisasi

Di sisi lain, guna menekan jumlah korban jiwa akibat bencana alam berkepanjangan, BPBD Bengkulu Selatan bersama BPBD Provinsi Bengkulu kian gencar menyosialisasikan penanggulangan dan tanggap bencana bagi warga.

Terutama untuk masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana alam. Terbaru, sosialisasi tersebut digelar di Desa Cinto Mandi Kecamatan Pino Raya, Kamis (17/11/2022).

BACA JUGA:Empat ODGJ di Kaur Dibebaskan Dari Pasungan, Bupati: Jangan Ada Lagi Pemasungan

“Sosialisasi ini untuk menguatkan pengetahuan masyarakat akan kesiapan dan teknik penyelamatan diri saat terjadi bencana alam. Baik bencana banjir, bencana kebakaran ataupun tanah longsor. Kami harap, sebelum ada petugas tiba di lokasi bencana, warga sudah mengetahui teknik penyelamatan diri mereka pribadi,” ujar Kabid Pra Bencana BPBD Provinsi Bengkulu, Hardenni Meidianto, didampingi Kabid PK BPBD BS Agung Sedayu.

Hardenni mengatakan, bencana bukanlah suatu hal yang harus ditakuti. Sebab, mau tidak mau bencana pasti terjadi di lingkungan masyarakat.

Namun, kesiapan dan pengetahuan masyarakat dalam evakuasi dan penyelamatan diri merupakan hal utama.

BACA JUGA:Kaur Buka Pendaftaran PPPK Kesehatan, Tersedia 53 Formasi

“Misalnya untuk warga Desa Cinto Mandi, warga di sini harus paham betul medan desa dan akses evakuasi. Ketika debet air naik dan mengarah ke banjir, secepatnya warga berlindung ke tempat yang lebih tinggi,” paparnya. (rzn)

Kategori :