5 Kebiasaan Minum Kopi yang Harus Segera Hindari, Berisiko Perut Buncit

Kamis 31-07-2025,17:12 WIB
Reporter : Andri Irawan
Editor : Andri Irawan

RASELNEWS.COM - Kopi tak hanya membuat kita tetap terjaga, tetapi juga dapat membantu membakar lemak dan menjaga tubuh tetap awet muda, asal dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Menurut situs Eating Well, sebuah studi tahun 2025 terhadap 45.000 orang menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi kopi (rata-rata 1,7 cangkir per hari) memiliki kadar lemak visceral (lemak di sekitar organ dalam) yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.

BACA JUGA:Hasil Studi Ini Ungkap Penyebab Orang Sulit Tidur Usai Minum Kopi

Para ahli sudah lama meyakini bahwa kafein bisa mempercepat metabolisme, yang menjadi alasan utama kopi mendukung penurunan berat badan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kopi bisa meningkatkan laju metabolisme hingga 5–20% selama tiga jam setelah dikonsumsi.

Namun, agar manfaat tersebut bisa diperoleh secara optimal, penting untuk menghindari lima kebiasaan minum kopi berikut ini:

1. Minum Kopi Terlalu Larut

Minum kopi terlalu sore atau malam hari bisa mengganggu kualitas tidur. Kandungan kafein bekerja menstimulasi sistem saraf dan efeknya dapat bertahan selama beberapa jam.

BACA JUGA:Duh, Ada Anggaran Rokok, Gula Kopi, dan Amplop Tamu di Anggaran SD Negeri Ini

Tidur yang terganggu bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon, memperbesar kemungkinan penumpukan lemak, dan menurunkan kemampuan mengendalikan pola makan.

Hindari konsumsi kopi setidaknya enam jam sebelum tidur. “Gunakan kopi tanpa kafein setelah pukul 14.00 jika masih butuh tetap terjaga di sore atau malam hari,” saran Melissa Prest dari Academy of Nutrition and Dietetics, AS.

2. Minum Kopi Tanpa Disaring

Metode seperti French Press, Ibrik (kopi Turki), dan espresso tergolong sebagai kopi tanpa penyaringan.

BACA JUGA:5 Racikan Kopi dari Penjuru Dunia yang Unik dan Jarang Dicoba

Jenis kopi ini masih mengandung kadar minyak alami yang tinggi, seperti kahweol dan cafestol, yang bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida jika dikonsumsi secara rutin.

Baiknya gunakan metode seduh dengan kertas saring atau kantong kopi untuk membantu mengurangi kandungan zat tersebut dan menurunkan risiko kolesterol tinggi.

3. Terlalu Banyak Gula dan Susu

Menambahkan terlalu banyak susu kental manis, susu bergula, atau pemanis buatan ke dalam kopi bisa menambah kalori dan gula secara signifikan.

BACA JUGA:Minum Kopi Sebelum Sarapan Bisa Picu Masalah dari Lambung Hingga Stres, Benarkah?

Kebiasaan ini tidak hanya berisiko menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi juga memicu peradangan kronis serta gangguan metabolisme seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Biasakan minum kopi hitam atau americano. Jika ingin tambahan rasa, gunakan susu nabati atau pemanis alami seperti madu atau nektar kelapa dalam jumlah terbatas.

4. Minum Kopi Segera Setelah Bangun Tidur

Meskipun terlihat wajar, minum kopi sesaat setelah bangun tidur bisa mengganggu ritme sirkadian tubuh karena berinteraksi dengan adenosin, neurotransmitter yang mengatur siklus tidur-bangun.

BACA JUGA:Coffee Shop Sudah Banyak! Ini Ide Usaha Bisnis Kopi Modal Kecil

Baiknya tunda minum kopi 60–90 menit setelah bangun. Gunakan waktu tersebut untuk minum air putih, berjemur, dan melakukan gerakan ringan agar tubuh terbangun secara alami, ujar Debbie Petitpain dari Academy of Nutrition and Dietetics.

5. Minum Kopi sebagai Pengganti Makan

Mengganti sarapan atau makan siang dengan secangkir kopi mungkin terdengar praktis, tapi ini bisa berdampak negatif dalam jangka panjang.

Kategori :