Tekan Inflasi Jelang Iduladha 1447 Hijriyah

Selasa 28-04-2026,19:17 WIB
Reporter : Lisa Rosari
Editor : REZAN OKTOWESA

RASELNEWS.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan laju inflasi pada periode April 2026 berada pada rentang 1,40 hingga 2,40 persen (year on year/yoy). 

Asisten II Setda RA Denni menekankan pentingnya langkah strategis dan solusi konkret menjelang Iduladha, terlebih di tengah dinamika global yang dapat memengaruhi stabilitas harga dan pasokan yang bisa berdampak pada inflasi. 

BACA JUGA:Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Awal

"Kita perlu memastikan kesiapan menghadapi Iduladha, terutama dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan. Apalagi di tengah kondisi global yang tidak menentu, kita tidak boleh sampai terjadi kekurangan pasokan di masyarakat," ujar RA Denni, Selasa 928/4). 

Ia juga menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam pengendalian inflasi daerah.

BACA JUGA:Bupati Rifai Hadiri Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumbagsel

"Kita ingin memastikan seluruh pihak bergerak bersama sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga tetap terkendali," ujar Denni. 

Sementara itu, Deputi Perwakilan Bank Indonesia, Irfan, memaparkan bahwa inflasi nasional pada Maret 2026 tercatat sekitar 3,48 persen (year on year/yoy) dan masih berada dalam kisaran target 2,5±1 persen, dengan tren yang menunjukkan penurunan.

BACA JUGA:Bupati Bengkulu Selatan Lepas Keberangkatan Jamaah Calon Haji

"Inflasi nasional masih terkendali dalam target, didorong oleh stabilnya inflasi inti serta menurunnya tekanan pada kelompok volatile food dan administered prices," jelas Irfan.

Di Provinsi Bengkulu, inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sekitar 0,28 persen akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, inflasi tahunan berada di kisaran 2,85 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan nasional.

BACA JUGA:Jangan Disepelekan, Ini Penyebab Kebas Pada Tangan dan Kaki Yang Harus Dipahami

Beberapa komoditas seperti cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng mengalami kenaikan harga. 

"Namun, beras, daging ayam, dan telur relatif stabil berkat intervensi pemerintah dan kelancaran distribusi," kata Irfan. (cia)

Kategori :