Bengkulu Dapat Dukungan Rp23,55 Miliar

Bengkulu Dapat Dukungan Rp23,55 Miliar

JELASKAN : Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu Mian menjelaskan terkait program pembangunan di Bengkulu-IST-LISA LOSARI

RASELNEWS.COM, BENGKULU - Provinsi BENGKULU menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang menjadi lokus intervensi program Perhutanan Sosial (PS), yang fokus pada pengembangan model bisnis berbasis masyarakat. Total dukungan anggaran yang diterima sebesar USD 1.453.904 atau setara Rp23,55 miliar. 

Dana ini akan digunakan untuk memperkuat kelembagaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, serta pengolahan hasil produksi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Fokus intervensi program berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong. 

BACA JUGA:Tak Lolos SNBP 2026? Ini 7 Jalur Alternatif Menuju PTN Impian

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan mengatakan, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, pada awal tahun 2026 telah diluncurkan Program Kopi Merah Putih, yang menjadi salah satu strategi percepatan hilirisasi kopi dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Program tersebut kini sejalan dengan peluncuran Strategi dan Transformasi Ekonomi Komunitas Perhutanan Sosial (PS) yang fokus pada pengembangan model bisnis berbasis masyarakat.

BACA JUGA:Pemkab Seluma Resmi Terapkan WFH, ASN Hanya Bekerja Empat Hari di Kantor

"Program ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Bengkulu, terutama kopi robusta, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan hutan melalui tata kelola usaha yang lebih baik," ujar Helmi, Kamis (2/4).

Menurutnya, Provinsi Bengkulu memiliki potensi signifikan pada kopi robusta dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

BACA JUGA:Vivo Resmi Memperkenalkan X300s, Ponsel dengan Kamera Utama 200MP  

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga terus memperkuat transformasi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam dan kawasan hutan melalui pengembangan kopi robusta serta  HHBK. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Provinsi Bengkulu merupakan produsen kopi terbesar ke-5 di Indonesia, dengan produksi mencapai 55 ribu ton atau 7,23 persen dari total produksi nasional pada tahun 2023.

BACA JUGA:Rekomendasi HP Lipat dengan Harga Lebih Terjangkau di Indonesia (April 2026)

Namun, tantangan pada aspek tata kelola usaha, kelembagaan, serta mutu pascapanen masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama.

"Bengkulu harus menjadi daerah yang mampu mengelola potensi alamnya untuk kesejahteraan rakyat. Kopi kita harus naik kelas, masyarakat kita harus lebih sejahtera, dan hutan kita tetap lestari," tegas Helmi. 

Sumber: