Bengkulu Genjot Digitalisasi dan Transaksi Non Tunai

Bengkulu Genjot Digitalisasi dan Transaksi Non Tunai

Pemprov Bengkulu menggelar Capacity Building pengisian evaluasi kinerja (Championship) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu Tahun 2026-IST-LISA LOSARI

RASELNEWS.COM, BENGKULU - Pemerintah Provinsi BENGKULU terus berupaya memperkuat digitalisasi dan transaksi non tunai di bidang keuangan. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, TP2DD merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong percepatan digitalisasi keuangan.

BACA JUGA:Pemkab Bengkulu Selatan Lakukan Kick Off Meeting Pogram PPSP

"Kita mengapresiasi capaian digitalisasi daerah yang terus meningkat," ujar Wahyu, dalam Capacity Building pengisian evaluasi kinerja (Championship) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu Tahun 2026, Senin (13/5). 

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya dituntut menjalankan program digitalisasi, tetapi juga memastikan setiap inovasi, kegiatan, dan capaian terdokumentasi serta dilaporkan dengan baik sebagai bagian dari penilaian TP2DD.

BACA JUGA:Bupati Bengkulu Selatan Audensi di BNPB, Ini yang Diusulkan

Data BI Bengkulu, hingga Februari 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Bengkulu tercatat mencapai 281.097 pengguna atau tumbuh sekitar 12,4 persen secara tahunan. Sementara itu, volume transaksi QRIS mencapai 243.888 transaksi atau meningkat sekitar 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Hal ini menunjukkan semakin kuatnya adopsi transaksi digital di masyarakat serta meningkatnya kepercayaan terhadap sistem pembayaran non-tunai," ujar Wahyu. 

BACA JUGA:Sudah Bulan April, DD dan ADD 182 Desa di Seluma Belum Cair

Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama perbankan terus mendorong berbagai program digitalisasi melalui TP2DD. 

"Kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman daerah terhadap indikator penilaian," ujar Herwan. 

BACA JUGA:Suzuki meluncurkan Burgman Street 125 versi 2026

Bengkulu saat ini masih berada di peringkat ke-9 dari 10 provinsi di Sumatera dalam penilaian TP2DD. Karena itu, diperlukan upaya lebih serius untuk meningkatkan posisi tersebut. Ia juga menyoroti masih adanya daerah yang belum sepenuhnya menerapkan transaksi non-tunai.

"Masih banyak aplikasi yang sudah dibuat, tetapi implementasinya terkendala kesiapan sumber daya manusia dan kebiasaan yang masih nyaman menggunakan cara manual," ujarnya.

Sumber: