Bengkulu Sering Dilanda Gempa, Ada Kaitannya Dengan Gunung Api Bawah Laut Bengkulu? Ternyata Ini Faktanya

Bengkulu Sering Dilanda Gempa, Ada Kaitannya Dengan Gunung Api Bawah Laut Bengkulu? Ternyata Ini Faktanya

Bengkulu sering dilanda gempa gunung api disebut penyebabnya-istimewa-raselnews.com

BENGKULU, RASELNEWS.COM - Peristiwa gempa bumi sering terjadi di BENGKULU. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) BENGKULU, pada tahun 2021 tercatat 414 kali terjadi gempa.

Kemudian pada tahun 2023 gempa di BENGKULU tercatat 912 kali atau naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Lantas apa yang menyebabkan gempa sering terjadi di BENGKULU. Apakah ada kaitannya dengan keberadaan gunung api bawah laut BENGKULU?

BACA JUGA: Gunung Api Tertinggi di Indonesia Berada di Bengkulu, Setara Gunung Jayawijaya, Ini Loaksinya

BACA JUGA:Hai Ladies! Nih Tanda-tanda Jika Pasanganmu Sudah Tak Cinta Lagi

Gunung api Bawah laut Bengkulu berada di laut lepas Pantai Bengkulu pada kilometer 330 arah barat Kota Bengkulu.

Posisinya di Palung Sunda barat daya Sumatera pada kedalaman 5,9 kilometer di antara Pulau Enggano dan Pulau Mega.

Pincak tertinggi gunung api raksasa ini berada di kedalaman 1.280 meter di bawah permukaan air laut.

BACA JUGA:Ternyata Ini Alasan Wanita Lebih Suka dengan Pria Lebih Tua, Salah Satunya 'Berpengalaman'

BACA JUGA:Suami Pasti Suka! Ini Manfaat Tidur Tanpa Pakaian bagi Pasangan Suami Istri

Gunung api bawah laut Bengkulu ini ditemukan tim gabungan pakar geologi Indonesia, Amerika Serikat, dan Perancis yang tergabung dalam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, CGGVeritas dan IPG (Institute de Physique du Globe) yang berada di Paris.

Sejauh ini belum ada yang bisa memastikan bahwa gunung api bawah laut Bengkulu menjadi pemicu sering terjadinya gempa.

BACA JUGA:Yuni Jasmine Viral! PNS asal Lampung Berdagu Lancip

BACA JUGA:Lakalantas di Seluma, Warga Bengkulu Selatan Luka-luka

Karena gunung api bawah laut Bengkulu dinyatakan sudah tidak aktif lagi.

Lantas kalau bukan karena pengaruh keberadaan gunung api bawah laut, apa penyebab sering terjadi gempa.

Berdasarkan keterangan BMKG Bengkulu, gempa bumi yang sering terjadi di Bengkulu kebanyakan pusatnya berada di bawah laut.

BACA JUGA:Pembangunan Pabrik CPO di Seluma Ditentang Warga, Isunya Akan Ada Aksi Demo Penolakan, Ini Penyebabnya

BACA JUGA:5 Fakta Orang Bunian di Bukit Barisan Sumatera, Pernah Bertarung dengan Sipahit Lidah, Ini Akibatnya

Ini dipicu wilayah Bengkulu berada di dua kawasan zona megathrust, sehingga menyebabkan sering terjadinya gempa.

Zona megathrust merupakan istilah untuk menyebut sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal.

Pergeseran lempeng di bawah laut Bengkulu mengakibatkan gempa bumi.

Sejak ratusan tahun lalu Bengkulu memang sudah sering dilanda gempa bumi. Namun gempa bumi yang terjadi di Bengkulu kecil sekali berpotensi menyebabkan stunami.

BACA JUGA:Misteri Bukit Barisan dan Orang Bunian, Sering Menyesatkan Manusia, Berikut Tanda Kedatangan Orang Bunian

BACA JUGA:Bukan Pakai Sabun, Cara Bersihkan Toilet Kotor Pakai Kapur Tembok, Dicamin Kinclong, Begini Caranya

Sepanjang sejarah baru tiga kali gempa bumi di Benglu yang disertai tsunami. Dua kali terjadi gempa dan tsunami hebat dan satu kali tsunaminya tidak terlalu besar.

Tsunami hebat terjadi 10 Februari tahun 1797 dan yang kedua terjadi tanggal 24 November 1833. Sedangkan tsunami ketiga yang skalanya tidak terlalu besar terjadi pada 12 September 2007.

BACA JUGA:Warga Seluma yang Sakit Didatangi Gubernur Bengkulu, Berikan Santunan, Siap Kawal Pengobatan Hingga Sembuh

BACA JUGA:Bonus Anggota Paskibraka, Bengkulu Dapat Uang Saku dan Jalan Jalan, Paskibraka Seluma Harus Menunggu

Dari keterangan ini dapat disimpulkan bahwa gempa yang sering terjadi di bengkulu belum terbukti disebabkan oleh keberadaan gunung api bawah laut Bengkulu.

Melainkan karena Bengkulu terletak wilayah Bengkulu berada di dua kawasan zona megathrust. Sehingga sering terjadi tumbuk lempeng di kedalaman dangkal yang menyebabkan terjadinya gempa. (red)

Sumber: dikutip dari berbagai sumber