Cerita Unik Burung Kedasih, Pemalas dan Diyakini Memiliki Ajian Pemikat, Hasilkan Minyak Sekuntit
Burung kedasih yang diberi makan oleh burung lain-istimewa-raselnews.com
BACA JUGA:Pecinta Mobil Indonesia Wajib Tahu, Toyota Luncurkan Land Hopper, Mobil Sangar Harga Rp 300 Jutaan
Katanya bahan yang digunakan adalah kelapa hijau tunggal (Hanya satu biji dalam satu tandan) kemudian posisi buah kelapa itu mengarah ke arah mata hari terbit.
Cara memetiknyapun juga tidak sembarangan, buah kelapa itu tidak boleh jatuh ke tanah.
Kemudian kelapa itu dikupas menggunakan kayu atau batu, tidak boleh menggunakan besi atau benda keras lainnya.
Kemudian isi kelapa diambil, mengambil isi kelapa ini juga tidak boleh menggunakan besi seperti kukuran, atau mesin pemarut.
BACA JUGA:Polisi Datangi Lokasi TMMD 118 Kodim 0408 Bengkulu Selatan, Ini Yang Terjadi
BACA JUGA:BREAKING NEWS: IRT di Bengkulu Selatan Ditemukan Meninggal Dunia di Sumur Umum
Kemudian kelapa tadi diperas untuk diambil santannya, lalu dimasak menggunakan wadah yang terbuat dari tanah.
Setelah santan mulai mendidih, masukkan burung kedasih atau burung cinta kasih ke dalam santan mendidih.
Tunggu sampai keluar minyak dan itulah minyak sekuntit atau minyak seguri guri.
Dalam memasak minyak itu, konon ada beberapa mantra yang terus menerus diucapkan selama proses memasak minyak.
Kemudian orang yang mengerjakan seluruh tahapan pembuatan minyak sekuntit atau mintak seguri guri ini harus anak laki laki yang belum akil baligh.
BACA JUGA:Mantan Sekda Bengkulu Utara Dilantik Jadi Kepala BPKAD Provinsi Bengkulu
BACA JUGA:Suzuki Avenis 125: Motor Terbaru dengan Desain Futuristis
Itulah kisah dan mitos burung kedasih atau burung cinta kasih yang berkembang dimasyarakat.
Terlepas benar atau tidaknya cerita ini tergantung keyakinan masing masing. Namun sejauh ini belum ada orang yang berani menyatakan dengan tegas tentang kebenaran ajian pemikat burung kedasih. (red)
Sumber: dikutip dari berbagai sumber