BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau 2024 Mundur, Wilayah Jawa Waspada, Ini Jadwalnya

BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau 2024 Mundur, Wilayah Jawa Waspada, Ini Jadwalnya

ilustrasi kemarau-istimewa-freepik.com

RASELNEWS.COM - BMKG memperkirakan awal musim kemarau tahun 2024 akan mundur dari perkiraan sebelumnya. Hingga saat ini, sebagian wilayah Indonesia masih dilanda hujan.

Meskipun begitu, sejumlah wilayah masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi hingga bulan April hingga awal Mei.

Biasanya, musim kemarau di wilayah tropis Indonesia terjadi mulai dari bulan April hingga September. Namun, hingga bulan April, hujan masih turun di beberapa wilayah.

BACA JUGA:Prediksi BMKG Jitu, Hujan Mulai Turun di Bengkulu, Rumput Kembali Menghijau, Selamat Tinggal Musim Kemarau

Menurut BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan dimulai pada bulan Mei 2024, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus.

Namun, tidak semua wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau secara serentak.

Musim kemarau diprediksi akan terjadi secara bertahap di sejumlah wilayah, dengan sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak kemarau pada bulan Agustus.

BACA JUGA:Selamat Tinggl El Nino dan Kemarau, Sejumlah Wilayah di Indonesia Waspada Banjir, Ini Pengumuman BMKG

Awal musim kemarau dipengaruhi oleh monsun Australia. Pada awal musim kemarau, angin monsun dingin dari Australia akan aktif di wilayah NTT, NTB, dan Bali.

Pada bulan Mei 2024, sekitar 19 persen wilayah Indonesia diperkirakan sudah memasuki musim kemarau, termasuk Daerah Khusus Jakarta, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, sebagian kecil Maluku, sebagian Papua, dan Papua Selatan.

BACA JUGA:BMKG: Kemarau Diprediksi Berakhir di Akhir Oktober Ini, Alhamdulillah!

Sementara itu, diperkirakan sekitar 24 persen wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau pada bulan Juni 2024, termasuk sebagian Sumatera, Banten, sebagian besar Jawa Barat, sebagian besar Kalimantan Barat, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, serta Maluku bagian Kepulauan Aru dan Tanimbar. (and)

Sumber: