Jangan Salah Pilih, Ini Jenis Makanan yang Tahan hingga 12 Jam Menurut Ahli

Jangan Salah Pilih, Ini Jenis Makanan yang Tahan hingga 12 Jam Menurut Ahli

Jangan Salah Pilih, Ini Jenis Makanan yang Tahan hingga 12 Jam Menurut Ahli-istimewa-freepik.com

RASELNEWS.COM - Makanan yang disimpan dalam waktu lama sebelum dikonsumsi memerlukan perhatian khusus, terutama dari aspek keamanan pangan dan kualitas gizi. Tidak semua jenis Makanan aman dikonsumsi setelah disimpan hingga 12 jam sejak dimasak.

Ahli gizi menegaskan daya tahan Makanan sangat dipengaruhi oleh jenis bahan, proses pengolahan, serta cara penyimpanannya.

BACA JUGA:Inovasi Baru Pemkab Kaur, Dari Sampah Rumah Tangga ke Lingkungan Lebih Sehat

Oleh sebab itu, pemahaman mengenai makanan yang relatif aman dikonsumsi dalam jangka waktu panjang menjadi penting, terutama untuk penyediaan konsumsi massal dan makanan bagi anak-anak.

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan menyebut pilihan makanan yang mampu bertahan lebih dari 12 jam sebenarnya terbatas.

Menurutnya, sebagian besar makanan dengan daya simpan panjang berasal dari kategori ultra-processed food (UPF).

Menurutnya, beberapa contoh makanan ultra-proses yang memiliki ketahanan cukup lama antara lain sosis, chicken nugget, serta susu Ultra-High Temperature (UHT). Produk-produk tersebut melalui proses khusus sehingga tidak mudah rusak meski disimpan dalam waktu tertentu.

BACA JUGA:6 Manfaat Luar Biasa Gel Lidah Buaya untuk Kesehatan Kulit

Selain itu, Ali juga menegaskan sejumlah masakan lokal yang dikenal relatif tahan lama, meski jumlahnya terbatas dan tetap memerlukan penanganan yang tepat. “Rendang termasuk masakan yang cukup awet. Ayam goreng juga bisa bertahan lebih lama dibanding masakan lainnya,” ungkapnya. 

Namun demikian, menurut Ali tidak semua masakan rumahan aman dikonsumsi setelah disimpan 12 jam. Tanpa pengolahan dan penyimpanan yang sesuai, risiko kerusakan makanan tetap tinggi.

Ia juga mengingatkan sayur-sayuran merupakan kelompok makanan yang paling rentan mengalami kerusakan. Sayur yang dimasak lalu disimpan berjam-jam berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan.

BACA JUGA:Mengenal Manfaat Nanas, Buah Eksotis Kaya Gizi dan Baik untuk Kesehatan

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama jika makanan akan dikonsumsi oleh anak-anak. Pemilihan menu tidak hanya harus memperhatikan kandungan gizi, tetapi juga aspek keamanan.

"Makanan bergizi untuk anak harus diatur dengan baik agar tidak menimbulkan risiko kesehatan," kata Ali.

Makanan yang tidak dirancang untuk disimpan lama biasanya menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas, seperti berlendir, berbau asam, terasa kecut, hingga akhirnya basi.

Aspek keamanan pangan seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan distribusi makanan yang akan dikonsumsi beberapa jam setelah dibagikan. Pasalnya, jumlah makanan yang benar-benar aman disimpan dalam waktu lama relatif terbatas.

BACA JUGA:Rahasia Makanan yang Membuat Kulit Cerah, Halus, dan Sehat dari Dalam! Terbukti Secara Ilmiah

“Makanan yang awet pilihannya memang tidak sebanyak makanan segar. Karena itu, pengaturan menu harus benar-benar memperhatikan faktor keamanan,” pungkasnya.

Dengan memahami karakteristik makanan yang mampu bertahan hingga 12 jam, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih menu, terutama untuk kebutuhan konsumsi anak-anak dan kegiatan yang memerlukan waktu tunggu panjang sebelum makanan dikonsumsi. (**)

Sumber: