Dinas Dikbud Seluma Ingatkan Peserta Seleksi Kepsek Waspada Oknum Jual Janji Kelulusan
Ilustrasi mutasi kepsek dan guru-istimewa-raselnews.com
RASELNEWS.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma mengingatkan para tenaga pendidik yang tengah mengikuti seleksi calon kepala sekolah (cakepsek). Agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan dinas dan menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
Kepala Dikbud Seluma, Munarwan Syafui menegaskan bahwa, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan, objektif dan mengacu pada peraturan yang berlaku.
BACA JUGA:Bupati Hadiri Peletakan Batu Pertama Gedung Reskrim dan Peresmian Command Center Polres Seluma
Dirinya memastikan tidak ada praktik 'titipan' maupun jalur khusus dalam proses penentuan kelulusan peserta.
"Saya imbau kepada calon kepala sekolah yang sedang mengikuti seleksi agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menawarkan bisa meloloskan atau memindahkan tugas. Tidak ada itu. Seluruh seleksi dipastikan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," tegas Munarwan.
BACA JUGA:Dua ASN PPPK di Seluma Dipecat Gegara Selingkuh
Dirinya juga menjelaskan, seleksi calon kepala sekolah tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan administrasi. Akan tetapi juga penilaian kompetensi, integritas serta rekam jejak kinerja para peserta selama menjadi tenaga pendidik. Dengan sistem penilaian berlapis, peluang intervensi pihak luar sangat kecil.
Pelaksanaan seleksi untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan kepala sekolah.
BACA JUGA:Sekda Seluma Rakor Bersama Menteri Bappenas, Ini yang Dibahas
Selain itu, proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara terintegrasi melalui sistem aplikasi resmi pemerintah. Yakni sistem Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) di Kementerian Pendidikan.
Sistem tersebut juga didukung oleh aplikasi Integrated Mutasi (IMUT) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga seluruh tahapan dapat dipantau secara digital dan akuntabel.
BACA JUGA:Truk Sawit Overload Tanpa Menggunakan Jaring Merajalela di Seluma
Dengan mekanisme tersebut, Munarwan memastikan tidak ada ruang bagi praktik kecurangan, termasuk upaya suap atau permainan oknum yang mengklaim dapat membantu kelulusan peserta.
Meski demikian, dirinya tidak menampik adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi dengan menyebarkan isu atau menawarkan bantuan tidak resmi kepada peserta seleksi.
Sumber: dinas dikbud seluma


