Pelaku aktif mencari korban melalui media sosial, aplikasi kencan, atau forum daring. Target umumnya adalah individu yang terlihat kesepian, rentan secara emosional, atau sedang mencari pasangan.
Untuk mendekati korban, pelaku menggunakan identitas palsu (catfishing) dengan foto menarik dan latar belakang meyakinkan, seperti mengaku sebagai tentara, dokter, insinyur, atau pebisnis sukses, bahkan sering mengklaim berasal dari luar negeri.
2. Pendekatan Awal dan Pembangunan Hubungan Emosional
Setelah kontak terjalin, pelaku mulai membangun komunikasi intens. Mereka menunjukkan perhatian berlebihan, sering mengirim pesan, memberi pujian, serta menyatakan empati terhadap kondisi korban.
Pada tahap ini, pelaku kerap melakukan love bombing, yakni cepat mengungkapkan rasa cinta dan membicarakan hubungan serius, termasuk rencana pernikahan.
BACA JUGA:7 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan Kulit, Wanita Wajib Tahu
3. Menghindari Pertemuan Langsung
Meski hubungan terasa dekat, pelaku selalu memiliki alasan untuk menghindari video call, telepon, atau pertemuan langsung.
Alasan yang digunakan beragam, mulai dari keterbatasan jaringan, alasan pekerjaan rahasia, hingga sedang bertugas di luar negeri atau wilayah konflik.
4. Penciptaan Krisis dan Permintaan Uang
Setelah korban terikat secara emosional, pelaku mulai meminta bantuan finansial dengan berbagai dalih mendesak. Modus yang sering digunakan antara lain:
- Biaya pengobatan atau kecelakaan mendadak
- Masalah bisnis atau tawaran investasi palsu
- Biaya tiket pesawat, visa, atau kepulangan
- Masalah hukum, bea cukai, atau pajak pengiriman hadiah
- Permintaan ini biasanya disertai tekanan emosional agar korban segera mengirimkan uang.
BACA JUGA:Manfaat Daun Pepaya untuk Kesehatan yang Tak Banyak Diketahui Orang
5. Menghilang Setelah Mendapat Keuntungan
Setelah berhasil mendapatkan uang atau keuntungan lain, pelaku akan memutus komunikasi secara sepihak. Akun pelaku menghilang, korban diblokir, dan tidak dapat lagi menghubungi pelaku, hingga akhirnya menyadari telah menjadi korban penipuan.
Ini Ciri-Ciri Profil Love Scammer
Mengetahui ciri-ciri love scammer sangat penting agar masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan di dunia maya. Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, terdapat sejumlah karakteristik umum pada profil dan perilaku pelaku love scamming yang perlu diwaspadai.