Latin:
Allahummaghfir li waalidayya warhamhumaa, wa ‘aafihimaa wa’fu ‘anhumaa, wa akrim nuzulahumaa, wa wassi’ mudkhalahumaa.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah kedua orang tuaku, sayangilah mereka, sejahterakanlah mereka, maafkanlah kesalahan mereka, muliakanlah tempat tinggal mereka, dan lapangkanlah kubur mereka.”
BACA JUGA:Di antara dentum dan doa: Jalan sunyi seorang jurnalis
Doa ziarah kubur ini bisa ditambah dengan doa-doa lain sesuai kebutuhan, seperti memohon agar diangkat derajatnya, diterangi kuburnya, serta dijauhkan dari siksa.
Keutamaan Ziarah Kubur dan Mendoakan Orang Tua
Ziarah kubur bukan sekedar tradisi, melainkan ibadah yang memiliki banyak hikmah dan keutamaan dalam Islam. Berikut beberapa keutamaannya:
1. Mengingatkan pada Kematian dan Akhirat
Rasulullah pernah melarang ziarah kubur, lalu kemudian membolehkannya karena dapat mengingatkan manusia pada kematian.
Dengan berziarah, hati menjadi lebih lembut dan sadar bahwa kehidupan hanyalah sementara.
BACA JUGA:Sering Berkomunikasi dengan Mantan Setelah Cerai, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
2. Bentuk Bakti Anak kepada Orang Tua
Menunjukkan bakti pada orang tua tidak berhenti ketika mereka wafat. Dalam Al-Qurans surat Al-Isra ayat 24, Allah mengajarkan doa agar anak memohonkan rahmat bagi kedua orang tuanya.
Membaca doa ziarah kubur orang tua adalah salah satu bentuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua) setelah mereka meninggal dunia.
3. Pahala Doa yang Terus Mengalir
Dalam hadits riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara.