Jenazah PMI Asal Seluma Dijadwalkan Tiba Hari Minggu

Jenazah PMI Asal Seluma Dijadwalkan Tiba Hari Minggu

JENAZAH : Jenasah Hokdi pekerja migran indonesia asal Seluma yang meninggal di Jepang dijadwalkan tiba hari Minggu (10/7) di bandara Fatmawati Soekarno Putri Bengkulu-DOK-raselnews.com

RASELNEWS.COM, SELUMA - Dijadwalkan Jenazah Hokdi Bin Wahin akan diberangkatkan dari Jepang hari Sabtu (9/7) menggunakan pesawat terbang. Diperkirakan akan tiba di Bandara Fatmawati Soekarno Putri Bengkulu hari Minggu (10/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Jenazah Pekerja Migran (PMI) Asal Desa Muara Timput Kecamatan Semidang Alas Maras Provinsi Bengkulu, Hokdi yang meninggal di Hokota – Shi, Ibaraki-Ken Jepang ini kemudian akan diberangkatkan ke rumah duka di daerah kelahirannya untuk dimakamkan.

Kadesa Muara Timput, Redho Ilham mengatakan, biaya pemulangan Hokdi sudah ditanggung oleh seseorang atas nama pinjaman. Biaya pemulangan jenazah lelaki yang akrab disapa Kedi ini cukup besar yakni Rp 100 juta.

BACA JUGA:PMI Asal Seluma Meninggal di Jepang

Untuk mengembalikan biaya ongkos pemulangan yang ditalangi atas nama pinjaman itu, pihak keluarga dan pemerintah Desa Muara Timput terus menggalang dana. Baik dari organisasi, para dermawan dan pemerintah.

“Kami forum kades sudah iuran, masyarakat desa kami juga sudah iuran tapi dana yang terkumpul belum seberapa. Ini saya masih di Dinas Tenaga Kerja Seluma, untuk mencari solusi menanggulangi biaya pemulangan almarhum ini,” kata kades yang mengaku sedang berada di Dinas Tenaga Kerja Seluma bersama Wahin orang tua Hokdi.

Kades menambahkan, berdasarkan informasi yang dia dapat, pada hari Senin (27/6) almarhum Hokdi sudah mendatangi kantor imigrasi di Jepang untuk mengurus pulang ke tanah air. Tetapi karena sakit komplikasi yang dialami cukup serius, akhirnya almarhum meninggal dunia pada hari Kamis (30/6).

“Sudah ngurus mau pulang, tapi belum sempat berangkat dia sudah meninggal,” kata kades.

BACA JUGA:Korsleting Listrik, Pensiunan PNS Kehilangan Tempat Tinggal

Setelah meninggal jenazah langsung diurus oleh kawan kawan almarhum yang ada di Jepang. Kawan kawannya juga sudah melapor ke Kedutaan Besar Indonesia di Jepang. Saat ini jenazah tinggal menunggu diberangkatkan.

Hokdi berangkat ke Jepang sejak empat tahun silam. Dia pergi ke luar negeri untuk mencari peruntungan. Sejak berangkat belum pernah pulang ke kampung halaman.

Selama di negeri orang dia memang sering sakit sakitan. Uang yang didapat habis untuk biaya berobat dan membiayahi dua anaknya yang masih menempuh pendidikan.

Anak tertua masih duduk di bangku kuliah, sedangkan anak yang ke dua masih mengenyam pendidikan di bangku SMA.

“Anaknya ada dua, satu kuliah dan satu masih SMA. Keluarga sangat berharap jenazah Hokdi bisa secepatnya tiba di kampung halaman,” kata kades. (stb)

 

Sumber: kades muara timput