Gawat, Stok Beras di Bengkulu Selatan Menipis

Gawat, Stok Beras di Bengkulu Selatan Menipis

Stok beras di Gudang Bulog Bengkulu Selatan yang terlihat menipis jelang akhir 2022. Foto diambil Rabu (7/12/2022)-rezan okto wesa-raselnews.com

BENGKULU SELATAN, RASELNEWS.COM - Jelang akhir tahun 2022, stok beras di Gudang Bulog Bengkulu Selatan (BS) kian menipis.

Hanya tersedia sekitar 75 ton beras impor dan sekitar 15 ton beras premium. Menipisnya stok beras di Gudang Bulog ini lantaran sudah lama tidak mendapatkan kiriman beras dari Gudang Bulog Wilayah Bengkulu.

Juru Timbang Gudang Bulog Bengkulu Selatan, Rizki Apdiansyah, A.Md mengatakan kiriman beras dari Kota Bengkulu terakhir sekitar dua bulan lalu.

BACA JUGA:Bupati Bengkulu Selatan Serahkan Hasil Pembangunan Baru RTLH, 38 Rumah Akhirnya Bisa Ditempati

Namun stok beras langsung didistribusikan kepada warga yang membutuhkan, termasuk korban bencana alam banjir.

“Yang bisa dibagi untuk masyarakat itu khusus beras impor kualitas medium dari Vietnam. Kalau beras premium, semuanya akan dibagikan ke warga desa terdampak bencana banjir. Memang jumlah stok beras, totalnya tidak banyak lagi. Tapi kami yakin stok ini bisa mencukupi pangan masyarakat hingga akhir tahun,” ujarnya ditemui Raselnews.com, Rabu (7/12/2022).

BACA JUGA:Dukung Jalan Santai HGN dan HUT ke-77 PGRI, Kepala Dinas Dikbud Bengkulu Selatan Sumbang Satu Unit Kulkas

Ia mengaku total stok beras di Gudang Bulog BS tahun ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Itu karena total kiriman dari Gudang Bulog Wilayah memang mengalami pengurangan.

Namun Rizki mengklaim kebutuhan pokok masyarakat tidak pernah terhambat. Apalagi sampai mengancam ketahanan pangan daerah.

Bulog selalu memiliki kuota beras cadangan apabila ada kebutuhan yang mendesak.

BACA JUGA:PPKM Level 1 Seluruh Indonesia Diperpanjang Hingga 9 Januari 2023, Termasuk Bengkulu

“Meski di sini (Gudang Bulog BS, red) sudah minim. Tapi kami bisa ajukan pengiriman beras dari Kota Bengkulu. Sehingga masyarakat tidak terputus pangannya,” jelas Rizki.                    

Sedangkan untuk harga, Rizki mengaku saat ini per kilogram beras kualitas medium seharga Rp 8600 per kilogram.

Harga ini tidak mengalami peningkatan maupun penurunan dari periode sebelumnya. Sedangkan untuk harga beras premium, harganya selisih sekitar Rp 1000-Rp 1500 per kilogram.

BACA JUGA:Ini Hasil Tes Tertulis Calon Anggota PPK Bengkulu Selatan untuk Pemilu 2024

“Jadi untuk distribusi ke masyarakat, berapapun permintaan masyarakat akan kami bagi. Bahkan butuh satu kilogrampun tetap akan kami sediakan. Karena memang Bulog ini berfungsi menjaga keseimbangan pangan masyarakat,” katanya.

Lain halnya dengan stok beras yang menipis, Rizki mengaku khusus stok daging beku sudah beberapa bulan mengalami kekosongan.

“Kalau daging memang sudah lama kosong. Kekurangan stok daging karena dipengaruhi faktor pengiriman dari luar negeri, karena daging yang kami simpan mayoritas impor,” ungkanya.

BACA JUGA:Provinsi Bengkulu Raih Anugerah Reksa Bandha 2022

Namun pada 2023 mendatang Rizki mengaku pihaknya menargetkan stok daging dapat lebih banyak. Apalagi permintaan masyarakat cukup tinggi.

“Untuk harga impor, sebesar Rp 80 ribu per kilogram, itu daging kerbau dari India,” tuntas Rizki. (rzn)

Sumber: