Mekanisme PPDB, Persentase Zonasi Tetap Lebih Tinggi

Mekanisme PPDB, Persentase Zonasi Tetap Lebih Tinggi

Ilustrasi PPDB 2023/2024-istimewa-raselnews.com

BENGKULU SELATAN, RASELNEWS.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Selatan mulai menyusun aturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024.

Jalur zonasi tetap memiliki persentase paling tinggi dalam PPDB yang mencapai 70 persen. Sisanya, akan diisi melalui jalur afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua.

BACA JUGA:Tersangka Penganiaya Siswi SMP Simpan Senpi di Rumahnya

BACA JUGA:Duh...Longsor Bengkulu Selatan-Pagaralam Tutupi Jalan Sepanjang 13 Meter, Evakuasi Diprediksi Sampai Pagi

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Dikbud Bengkulu Selatan Iwan Darmawan ST mengatakan PPDB akan digelar dua tahap. Pertama melalui pendaftaran online dengan mengirimkan berkas secara offline.

Peserta didik wajib menyertakan tanda bukti kelulusan dari sekolah apabila ijazah belum diterbitkan.

“Untuk petunjuk teknis PPDB belum dikeluarkan Kemendikbudristek RI. Namun pelaksanaannya tidak jauh beda dengan tahun lalu, persentase tertinggi masih dipegang PPDB jalur zonasi,” tegas Iwan.

BACA JUGA:Geger Video Wanita Tanpa Busana di Seluma

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Jalan Lintas Bengkulu Selatan-Pagaralam Longsor

Disampaikan Iwan, jalur zonasi bertujuan meningkatkan pemerataan peserta didik di tiap sekolah. Peserta didik yang masuk sekolah lewat PPDB zonasi adalah mereka yang domisilinya maksimal 1000 meter dari sekolah.

“Nanti ada pengukuran dari tim untuk menentukan titik zonasi sekolah. Jangan sampai nanti ada zonasi yang berlapis sehingga membingungkan sekolah menerima siswa baru,” sambung Iwan.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Warga Seginim Terjebak Banjir, BPBD Bengkulu Selatan Terjunkan Perahu

BACA JUGA:Bukan 15 Bulan, Masa Kerja PPK dan PPS di Pemilu 2024 Ternyata..

Sementara PPDB prestasi, hanya diberikan lima persen. PPDB jalur prestasi biasanya dibuka lebih dulu dibanding jalur zonasi.

Sumber: kabid pendidikan dasar (dikdas) dinas dikbud bengkulu selatan