Gas LPG 3 Kilogram di Bengkulu Langka, 3 Usaha Ini Disebut Jadi Biang Keroknya, Berhentilah Kasihan Orang Misk

Gas LPG 3 Kilogram di Bengkulu Langka, 3 Usaha Ini Disebut Jadi Biang Keroknya, Berhentilah Kasihan Orang Misk

Gas LPG 3 kilogram di bengkulu sering mengalami kelangkaan-istimewa-raselnews.com

BENGKULU, RASELNEWS.COM - Sejak memasuki pertengahan tahun ini ketersediaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi untuk orang miskin di BENGKULU sering langka.

Tak jarang stok di tingkat agen, sub agen dan pengecer kosong. Padahal, Pertamina BENGKULU menyebut kuota pasokan gas LPG 3 kilogram ke setiap daerah di BENGKULU tidak dikurangi.

BACA JUGA:Pemerintah Provinsi Bengkulu Keluarkan Surat Edaran, Gas LPG 3 Kilogram Masih Langka, Pelaku Usaha Jangan Lagi

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Terungkap, Ternyata Ini Penyebab Ibu dan Anak di Kaur Meninggal Dunia di Pinggir Jalan

Lantas kemana hilangnya gas LPG 3 kilogram bersubsidi tersebut?

Banyak pihak yang mengatakan jika kuota tidak dikurangi, diduga ada pihak pihak yang bermain. Termasuk tiga jenis usaha ini disebut sebagai biang kerok kelangkaan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Tiga usaha yang dimaksud adalah warung makan, restoran dan hotel.

BACA JUGA:BRRAKING NEWS: Ibu dan Anak Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Ulak Agung Ternyata Habis BelanjaBACA JUGA:BREAKING NEWS: Saham PT CBS Dijual, Ratusan Karyawan Terancam

Masyarakat menduga tidak menutup kemungkinan masih ada oknum pengusaha rumah makan, hotel dan restoran yang memanfaatkan gas LPG 3 kilogram bersubsisi untuk orang miskin.

Jika dugaan itu benar adanya, masyarakat berharap agar oknum tersebut segera berhenti. Untuk usaha rumah makan, restoran dan hotel bergantilah menggunakan gas yang tidak bersubsidi. Berhentilah mengambil hak orang miskin.

BACA JUGA:BREAKING NEWS : Ibu dan Anak yang Ditemukan Meningal di Pinggir Jalan Desa Ulak Agung Dimakamkan Satu Liang

BACA JUGA:BREAKING NEWS : Ibu dan Anak yang Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Dimakamkan Malam Ini

Namun ini baru dugaan saja, karena belum ada bukti yang didapat, karena sejauh ini pihak Pertamina maupun pemerintah belum ada yang turun ke lapangan untuk memeriksa bahan bakar gas yang digunakan disetiap rumah makan, hotel dan restoran di Bengkulu.

Begitu juga dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) , khususnya yang bergerak dibidang penjual makanan.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Ibu dan Anak Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Desa Ulak Agung Kaur, Diduga Korban Lakalantas

BACA JUGA:Berlaku Sampai Desember 2023! KUR Bank Mandiri untuk Alumni Program Prakerja, Bunga Rendah dan Tanpa Agunan

Selama usahanya belum berkembang, sah sah saja mereka menggunakan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Namun jika usahanya sudah berkembang dan omzet yang didapat setiap hari sudah jutaan rupiah, mungkin perlu dievaluasi apakah mereka masih layak menggunakan gas LPG 3 kilogram atau sudah tidak.

Karena sebagian besar para penjual makanan seperti pecel lele, nasi uduk dan lesehan lesehan diduga masih menggunakan gas LPG 3 kilogram.

BACA JUGA:VALID! Ini Jawaban Kode Voucher Badai Shopee Rabu 2 Agustus 2023, Dapatkan Diskon Belanja 100 Persen

BACA JUGA:Mau Renovasi Rumah? PInjam BCA Saja, Karyawan Juga Bisa, Plafon Rp 100 Juta Bunga 1 Persen Tanpa Agunan

Bahkan hari bagi yang usahanya sudah rame, ada yang menghabiskan dua atau tiga tabung gas LPG 3 kilogram bersubsidi.

Terlihat jejeran tabung gas di dekat kompor warung pecel lele yang biasa di gelar di pinggir jalan pada malam hari.

Bahkan kompor mereka nyaris tak pernah padam, lantaran sibuk memasak pesanan pelanggan.

Pelaku usaha seperti ini sangat banyak di Bengkulu, apakah mereka yang sudah berhasil menjual ratusan bahkan ribuan porsi makanan setiap hari ini masih dinyatakan layak menggunakan gas LPG 3 kilogram.

BACA JUGA:4 Zodiak Sukses Karir dan Cinta di Agustus 2023, Leo Diminta Jauhi Teman Pesimis

BACA JUGA:Mau Awet Muda? 5 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Membuat Anda Cepat Tua, No 1 Nggak Disangka

"Kami kesulitan mendapatkan gas, sementara para penjual makanan itu ada yang dua dan ada pula tiga tabung gasnya. Kami hanya minta kebutuhan gas untuk memasak di rumah kami cukup, itu saja. Jangan seperti ini, saya terpaksa mencari sampai ke Kota Manna dan belum juga dapat," kata Paryono.

Pihak Pertamina Bengkulu sudah berulang kali menyampaikan pernyataan jika kuota gas LPG 3 kilogram untuk masyarakat bengkulu tidak dikurangi.

BACA JUGA:Butuh Dana Cepat? BCA Luncurkan Personal Loan, Akses Lewat Mobile dan Tanpa Agunan

Sumber: masyarakat