KM Sabuk Nusantara yang Terdampar di Bengkulu Selatan 'Ditarik' ke Pelabuhan Pulau Baai

KM Sabuk Nusantara yang Terdampar di Bengkulu Selatan 'Ditarik' ke Pelabuhan Pulau Baai

TARIK: KM Sabuk Nusantara 46 ditarik ke Pelabuhan Laut Pulau Baai Provinsi Bengkulu untuk diperbaiki, Minggu (16/10)-rezan okto wesa-raselnews.com

BENGKULU SELATAN, RASELNEWS.COM - Upaya evakuasi Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 46 yang terdampar di perairan Kabupaten Bengkulu Selatan, tepatnya di Pantai Pino Guntung Desa Pasar Pino Kecamatan Pino Raya, akhirnya berhasil.

KM yang terdampar sejak 27 November 2022 lalu berhasil dievakuasi untuk dibawa ke Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Upaya perbaikan belum dapat dilakukan maksimal karena kondisi cuaca ekstrem yang terjadi. KM Sabuk Nusantara 46 akhirnya ditarik menggunakan KM penarik tongkang ke Pelabuhan Pulau Baai.

BACA JUGA:Kondisi KM Sabuk Nusantara 46 Makin Rusak

Pantauan Rasel di lapangan, KM penarik tongkang yang disediakan berada pada radius 150 meter dari lambung KM Sabuk Nusantara 46.

Kapal sengaja tidak bisa terlalu menepi karena kondisi laut Pino Guntung yang dangkal dan banyak karang.

“Akan dibawa dulu ke Pulau Baai Bengkulu. Untuk melanjutkan perjalanan kami rasa KM Sabuk Nusantara 46 belum bisa,” ujar Teknisi PT. Pelni, Budi ditemui Rasel di lokasi terdamparnya KM Sabuk Nusantara 46, Ahad (16/10/2022).

Secara kasat mata, tambalan lambung kanan kapal yang sobek lantaran menghantam karang sudah dinyatakan aman. Namun bukan berarti kondisi kapal sudah layak operasi.

BACA JUGA:Cerita Mistis Hantui Proses Perbaikan KM Sabuk Nusantara, ABK Tak Berani Dekati Kapal

Sesuai standar operasional kapal, KM Sabuk Nusantara 46 akan dicek secara menyeluruh di Pulau Baai terlebih dahulu.

“Kalau di sini (lokasi terdampar) banyak yang menjadi hambatan. Terutama peralatan sangat minim. Arahan pimpinan, dibawa dulu ke Bengkulu,” jelasnya.

Selama perjalanan ke Pulau Baai Bengkulu, para Anak Buah Kapal (ABK) Sabuk Nusantara 46 akan tetap berada di atas kapal. ABK akan terus melakukan perbaikan hingga kapal bisa lanjut proses docking ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

“Walaupun waktu docking telah molor, namun akan tetap diupayakan. Kami tetap menunggu hingga kapal ini selesai diperbaiki,” kata Budi.

BACA JUGA:Lambung KM Sabuk Nusantara yang Terdampar di Perairan Bengkulu Jebol, Air Mulai Masuk ke Dek Kapal

Sementara itu, Ikbal Kamal (23) ABK Sabuk Nusantara 46 mengaku selama 19 hari terdampar, keamanan kapal tetap terjaga. Bagian dek bawah kapal yang semula dimasuki air laut sekarang sudah berhasil dikeringkan.

Namun ABK tetap harus berhati-hati karena situasi laut lepas di hadapan Samudera Hindia bisa saja mengubah kondisi kapal dalam sekejap.

“Alhamdulillah semuanya masih aman, teman-teman ABK juga pada sehat. Selama terdampar di sini, kami terus berupaya untuk perbaikan kapal. Ini akan menjadi pengalaman kami di masa akan datang,” tukasnya. (rzn)

Sumber: