Segitiga Kopi Emas, Terus Giatkan Olahan Kopi Bengkulu Petik Merah, Nikmatnya Diakui Di Mancanegara

Segitiga Kopi Emas, Terus Giatkan Olahan Kopi Bengkulu Petik Merah, Nikmatnya Diakui Di Mancanegara

Kopi Bengkulu -istimewa-raselnews.com

BENGKULU, RASELNEWS.COM - Dari jaman penjajahan hingga Indonesia merdeka, Bengkulu terus dikenal sebagai daerah penghasil kopi.

Saking banyaknya produksi kopi Bengkulu, mengantarkan Bengkulu menjadi daerah penghasil kopi terbesar nomor tiga di Indonesia.

BACA JUGA:Catat!, Sengaja Atau Tidak, Bakar Hutan Bisa Dipenjara 15 Tahun, Petani Buka Lahan Jangan Pakai Api

BACA JUGA:Bak Sarang Hatu, Ratusan Rumah Dinas Guru Terbengkalai, Tahun Depan Batu Diusulkan Rehab 10 Unit

Sehingga mendapat julukan jika Bengkulu adalah salah satu daerah segitiga kopi emas.

Bengkulu tidak hanya sebagai daerah produsen biji kopi pilihan saja.

Tetapi berbagai jenis olahan kopi Bengkulu juga banyak di pasarkan di daerah ini. Baik yang dikelola oleh perorangan, UMKM maupun koperasi.

BACA JUGA:Kasus Remaja di bengkulu Curi Pakaian Dalam Emak emak Berakhir Damai, Berikut Pengakuan Lengkapnya

BACA JUGA:Warga Bengkulu Harus Bersabar, Musim Kemarau masih Panjang, BMKG Prediksi Puncak Kemarau Pada Juli

Dengan terobosan baru ini, menjadikan posisi Bengkulu sebagai salah satu daerah dalam lingkaran segitiga kopi emas semakin kuat.

Saat ini petani kopi Bengkulu sedang menggalakkan kopi petik merah.

Pemasaran kopi Bengkulu petik merah ini bukan saja di Indonesia, tetapi sudah sampai ke luar negeri.

BACA JUGA:Empat Shio Paling Beruntung Hari Ini, Shio Tikus, Kerbau, Macan dan Kelinci, Harus Lebih Bersabar

BACA JUGA:INI DIA! Kunci Jawaban Tebak Kata Shopee Tantangan Harian Hari Ini Senin 5 Juni 2023

Bahkan kenikmatan kopi Bengkulu petik merah diakui oleh pecinta kopi manca negara.

Kopi dipetik dari pohonnya tidak secara asalan, petani memilih biji kopi yang sudah benar benar matang alias berwarna merah untuk dipetik.

Seperti dilakukan petani kopi di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA:Kronologis Anak Mantan Anggota DPRD Seluma Meninggal Dunia Kesetrum Listrik Saat Panen Sawit

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Anak Mantan Anggota DPRD Seluma Meninggal Dunia Kesetrum Listrik Saat Panen Sawit

Mereka menganggap bahwa penjualan kopi petik merah saat ini lebih menjanjikan dibandingkan dengan kopi yang dipetik secara asal-asalan.

Andri salah seorang petani kopi di Kecamatan Sindang Dataran, Rejang Lebong mengatakan, belakangan ini pembeli cenderung lebih tertarik untuk membeli kopi basah atau kopi petik merah.

BACA JUGA:Besok, Gaji Ke-13 ASN Mulai Dibayarkan, Tapi Tidak untuk Kategori Ini

BACA JUGA:Viral, Rumah Selebar Daun Pintu

Kopi petik merah yang baru dipetik dibeli dengan harga kisaran Rp4.500 hingga Rp5.000 per kilogram, sedangkan biji kopi kering dihargai antara Rp25.000 hingga Rp30.000 tergantung kualitasnya.

Hal ini menyebabkan penjualan kopi panen dengan sistem petik merah menjadi diminati oleh pembeli, terutama para pengusaha pengolahan kopi dan pemilik kafe, sehingga banyak yang mencari ke desa-desa.

BACA JUGA:Masya Allah, Zikir Pendek Ini Diganjar Mati Syahid, Selamat Siksa Kubur, dan Dimudahkan Meniti Shirath

BACA JUGA:KUR BSI Pinjaman Rp 50 Juta Tanpa Bunga, Berikut Syaratnya

Andri juga menjelaskan bahwa produksi kopi di daerah tersebut mulai berkurang seiring berakhirnya musim panen.

Namun, kopi stek (klon) tetap berbuah secara rutin dan tidak tergantung pada musim, sehingga dapat dipanen saat sudah matang.

Pengurus Koperasi Primatera Desa IV Suka Menanti, Kecamatan Sindang Datar Adi Panito, koperasinya telah bergabung dengan Koperasi Karyawan PT Medco Agro Jakarta selama beberapa tahun terakhir untuk membeli kopi petik merah yang dihasilkan oleh petani.

BACA JUGA:Catat Syaratnya, KUR BSI 2023 Plafon Rp10 Juta Tanpa Angunan

Sumber: dikutip dari berbagai sumber terpercaya