Orang Mati Meninggalkan Utang, Begini Nasibnya di Kelak Akhirat Menurut Gus Baha

Orang Mati Meninggalkan Utang, Begini Nasibnya di Kelak Akhirat Menurut Gus Baha

Doa agar hati tentam dan hidung tenang-istimewa-raselnews.com

RASELNEWS.COM - Membayar atau melunasi utang merupakan sebuah kewajiban yang harus ditunaikan oleh orang yang berutang.

Bahkan Islam mengajarkan bagi orang yang sudah mampu untuk melunasi utang, agar sesegera mungkin utangnya dilunasi.

Menunda-nunda membayar utang bagi orang yang telah memiliki kemampuan dalam melunasi dikategorikan sebagai perbuatan zalim.

BACA JUGA:Shalat Rajin Tapi Maksiat Jalan Terus, Ini Kata Gus Baha

Sebab itulah Kata Gus Baya, dalam Islam tidak boleh menunda-nunda membayar utang. kata Gus Baha.

Dalam kajiannya, Gus Baha menegaskan setiap muslim diwajibkan membayarkan utang sesuai dengan waktunya.

Setiap utang piutang yang diberi dan memberi harus mencatatnya agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Orang yang meminjam uang atau memiliki utang, harus memiliki niat yang besar untuk mengembalikannya.

Lalu bagaimana nasib orang yang mati namun meninggalkan utang di akhirat kelak?

BACA JUGA:Surah Alquran Ini Menurut Gus Baha Bisa Menyelamatkan Umat Islam dari Siksa Kubur

Gus Baha, yang memiliki nama lengkap KH. Ahmad Bahauddin kembali menegaskan jika utang piutang tak boleh disepelekan.

Dilansir kanal Youtube El Yeka dengan judul 'Solusi Hutang yang Tak Terbayar', Menurut Gus Baha, sekalipun yang bersangkutan mati dalam perang dan sebagai jihad, utang tetap akan dihisab oleh Allah SWT saat di akhirat kelak.

Bagaimana solus utang bagi orang yang sudah meninggal dunia?

"Misalnya di dunia Anda punya utang banyak, entah untuk kebaikan atau untuk yang lain, pokoknya utang banyak terus ingin tobat," kata Gus Baha.

BACA JUGA:Gus Baha Ungkap Ciri-ciri Orang yang Didoakan Malaikat, Pantas Saja Rezeki Selalu Mengalir

"Jika dosa utang itu kemungkinan dimaafkan itu sangat kecil. Saya ajari Anda, kemungkinan dimaafkan itu kecil ketika utang banyak, meskipun ketika meninggal ditanya 'yang punya salah Anda ampuni ya, kalau punya hutang dibebaskan ya'," sambung Gus Baha.

Solusi yang diberikan Gus Baha, orang yang punya utang benar-benar seorang yang sholeh.

"Nah, caranya begini, ini ada di hadits shahih. Yang penting Anda jadi kekasih Allah dulu, jadi orang benar dulu," tutur kata Gus Baha.

"Utangmu kalau bisa, dibayar, kalau terpaksa tidak bisa bayar, ya biarkan, memang gak bisa kok," terangnya.

Murid Mbah Moen ini kemudian memberikan gambaran, ketika tidak bisa membayar utang dan harus menjual satu-satunya rumah yang kita miliki.

BACA JUGA:Zikir Ini Kata Gus Baha Setara Dzikir Sepanjang Malam, Semua Hajat Bisa Dikabulkan

"Misalnya kamu harus jual rumah, malah istrimu tidak punya rumah," kata Gus Baha.

"Nah caranya gimana? Kalau kamu sholeh beneran, ini masyhur ya, jadi yang gak bisa diampuni Allah itu dain (utang), bahkan Nabi tidak bersedia menyalati orang punya utang," ungkap Gus Baha.

Saat itu kata Gus Baha, Nabi Muhammad SAW hendak ke rumah salah satu sahabat untuk menyalati, namun Nabi bertanya terlebih dahulu.

"Apa punya utang? Kemudian dijawab, 'punya ya Rasulullah, dua dirham,"

Mendengar jawaban tersebut, Nabi Muhammad SAW kemudian menyuruh temannya menyalati. "Temanmu sholati!"

"Nabi Muhammad tidak bersedia menyalati dan menyuruh sahabat menyalati mayit tersebut," imbuh Gus Baha.

BACA JUGA:Amalan Gus Baha Agar Rezeki Melimpah, Baca Saat Masuk Rumah

Dalam riwayat tersebut, Nabi enggan menyalati orang yang masih memiliki utang. Namun, ketika ada yang siap menanggung utang dari mayit tersebut, barulah Nabi Muhammad bersedia untuk menyolatinya.

"Masalahnya orang miskin yang tidak bisa bayar utang kemungkinan anaknya untuk membayarkan kecil juga," lanjut Gus Baha.

"Menurut saya, dan ini ada di hadits shahih, ada orang kekasih Allah, utangnya banyak, setelah itu ditagih dan dimaki-maki oleh orang-orang yang menghutangi itu," sambung Gus Baha.

"Allah menunjukkan satu surga yang luar biasa, Nabi kemudian ditanya itu surga untuk siapa? Dijawab itu surga bagi siapa saja yang membebaskan utang orang yang berutang padanya," pungkas Gus Baha.

Dari cerita di atas, Allah SWT akan memberikan balasan yang setimpal bagi orang-orang yang membebaskan seseorang dari beban utang-piutang.

BACA JUGA:6 Makhluk dalam Alquran yang Hingga Kini Masih Misterius

Ketika orang yang berutang tidak sanggup membayar dan ia merupakan orang sholeh, maka Allah akan menghadiahi pemberi utang dengan imbalan surga.

"Akhirnya orang yang menghutangi ikut masuk surga, berkahnya menghutangi," kata Gus Baha. (red)

Sumber: