Jalan Nyaris Putus Ratusan Hektar Sawah Kekurangan Air

Jalan Nyaris Putus Ratusan Hektar Sawah Kekurangan Air

AMBLAS : Ruas jalan di Desa Suka Negeri Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan yang amblas-Sahri Senadi-raselnews.com

BENGKULU SELATAN , RASELNEWS.COM – Jalan aspal beton yang mengubungkan Desa Suka Suka Negeri Kecamatan Air Nipis dengan Desa Penandingan, Desa Muara Danau dan Desa Padang Lebar Kecamatan Seginim nyaris putus. Peristiwa itu terjadi Kamis 1 September 2022 sekitar pukul 17.01 WIB.  

Kondisi ini disebabkan hujan deras yang melanda Kabupaten Bengkulu Selatan akhir akhir ini. Gorong gorong di bawah jalan tidak mampu menampung debit air dari muara sungai Rantau. Air mengikis material di samping kiri dan kanan gorong gorong dan menyebabkan badan jalan amblas.

BACA JUGA:Hujan Lebat, Atap Ambruk Jalan Bak Kolam

Saat ini kendaraan roda empat tidak bisa melintas di ruas jalan yang amblas itu. Tetapi akses tidak lumpuh total, masyarakat bisa melalui jalan rabat beton yang dibangun Pemerintah Desa Sukanegeri.

Tetapi untuk kendaraan berat, seperti truk tidak diperbolehkan lewat, karena masyarakat khawatir jalan rabat beton yang dibangun menggunakan Dana Desa itu rusak.

Sehingga hasil pertanian masyarakat belum bisa diangkut menggunakan truk. Begitu juga pasokan pakan ikan, masyarakat yang memiliki kolam terpaksa mengangkut pakan pakai mobil kecil atau pakai sepeda motor.

Selain jalan amblas, ratusan hektar sawah di hamparan Pematang gambir juga kekurangan air. Akibat saluran irigas amblas. Sehingga air yang dialirkan tidak sampai ke sawah masyarakat. Melainkan kembali ke sungai air nipis lewat dinding saluran irigasi yang jebol.

BACA JUGA:Banjir Kembali Kepung Kabupaten Seluma

Camat Air Nipis, Haryanto SH didampingi Kepala Desa Suka Negeri Yaruddin mengatakan, tanaman padi masyarakat di hamparan Pematang gambir saat ini sedang sangat membutuhkan air. Karena umur padi rerata baru satu bulan, ada yang baru dua minggu dan masih ada yang baru tanam.

Sementara pasokan air hanya mengandalkan satu sumber saluran irigasi yakni irigasi Siring Agung. Tetapi air itu tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Air dari siring agung itu paling Cuma mampu memenuhi 50 persen dari kebutuhan air sawah masyarakat di Pematang gambir,” jelas Yaruddin.

Masyarakat berharap jalan yang amblas dan irigasi yang rusak dapat segera diperbaiki oleh pemerintah.

 

Sumber: kades sukanegeri