Tanpa BBM, Pelajar Tak Dijemput Bus Sekolah

Tanpa BBM, Pelajar Tak Dijemput Bus Sekolah

Bus Sekolah di Kabupaten Kaur-julianto-raselnews.com

KAUR, RASELNEWS.COM - Ratusan pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Kaur terpaksa berjalan kaki saat pergi dan pulang sekolah.

Ini disebabkan layanan bus sekolah yang menjadi transportasi andalan para pelajar itu tidak bisa lagi menjemput dan mengantar mereka sejak pekan ketiga November 2022.

Dikarenakan anggaran pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bus sekolah tidak bisa dicairkan.

BACA JUGA:Dishub Kaur Evaluasi Sopir Bus Sekolah

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaur Dihan Bastari M.Pd mengaku tak bisa mengajukan Surat Permintaan Pembayaran Ganti Uang (SPP GU) pembelian BBM bus sekolah. Pasalnya pengajuan GU tidak bisa seluruhnya untuk pembelian BBM bus sekolah.

“Jatah BBM ada, tapi kami tidak bisa mengajukan GU penuh. Hanya untuk pembelian BBM selama dua pekan (di bulan November, red). Tahun depan kami upayakan untuk mengajukan pencairan SPP langsung sehingga bus sekolah tetap terus bisa beroperasi," ujar Dihan.

BACA JUGA:Pelajar Sekolah Dasar Ditabrak Avanza,Ini Yang Terjadi

Karena tidak bisa mencairkan anggaran pembelian BBM bus sekolah secara langsung, Dihan mengatakan anggaran tersebut akan dikembalikan ke kas daerah.

Apalagi pada Desember 2022, kemungkinan besar pencairan anggaran BBM bus sekolah juga hanya dapat dilakukan untuk dua pekan.

"Jadi pada pekan ketiga dan keempat Desember nanti, kemungkinan bus sekolah juga tidak dapat melakukan antar-jemput pelajar. Karena GU hanya dapat untuk pekan pertama dan kedua saja,” terang Dihan.

BACA JUGA:Dishub Bina Puluhan Kendaran Angkut
Hal itu terang saja dikeluhkan banyak pelajar di Kaur. “Sudah seminggu ini kami tak dijemput (bus sekolah). Penyebabnya kami tidak tahu," ujar salah satu siswa SMA di Kaur, Intan (17).

Padahal, Intan mengaku jarak rumah dan sekolahnya cukup jauh sehingga membutuhkan alat transportasi.

"Saya tidak punya motor untuk dibawa ke sekolah. Kadang saya minta antar dengan orang tua, kadang terpaksa menumpang dengan kawan," ungkap Intan. (jul)


Sumber: kepala dinas perhubungan kaur