Pemerintah Bagikan 500 Ribu Rice Cooker Gratis Berstiker 'Hibah Kementerian ESDM'

Pemerintah Bagikan 500 Ribu Rice Cooker Gratis Berstiker 'Hibah Kementerian ESDM'

Pemerintah Bagikan 500 Ribu Rice Cooker Gratis Berstiker 'Hibah Kementerian ESDM'-istimewa-freepik.com

JAKARTA, RASELNEWS.COM - Pemerintah akan membagikan 500 Ribu Rice Cooker secara gratis di tahun ini. 

Rice Cooker ini dilarang diperjualbelikan. Untuk mengantisipasi tindakan ini, pemerintah akan memasang stiker pada alat masak nasi dengan tulisan "Hibah Kementerian ESDM".

Ditjen Ketenagalistrikan selaku pelaksana program sedang menyiapkan data calon penerima berdasarkan usulan dari kades atau pejabat setingkat.

BACA JUGA:Petani Sawit Mendapat Angin Segar, Pemerintah Tetapkan Harga TBS Rp2.276 Perkilogram

Data ini kemudian dilakukan verifikasi yang melibatkan PLN dan PLN Batam. Kemudian barulah dilakukan pengadaan dan pendistribusian kepada masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, pembagian masak nasi listrik bakal dilakukan secara bertahap. Di mana tahap pertama akan diselesaikan di tahun ini.

Hanya saja, Arifin belum bisa mengatakan kapan distribusi alat masak itu dilakukan. Menurutnya, program ini ini selaras dengan misi pemerintah menjemput energi ramah lingkungan.

BACA JUGA:Warga Tanggo Raso Serbu Beras dan Minyak Goreng Murah, Pemerintah Siapkan 4 Ton Beras Murah

"Ini kan bagian daripada, satu untuk mengurangi emisi. Kemudian nanti kebutuhan listriknya bisa pakai energi terbarukan untuk kelistrikan rumah tangga," kata Arifin.

Sementara Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P Hutajulu menyebut pemberian rice cooker gratis di tahun 2023 merupakan insentif kepada rumah tangga yang memenuhi kriteria tertentu.

Program Rice Cooker Gratis dari pemerintah ini juga menjamin akses energi bersih yang terjangkau, andal dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Pemerintah Larang TikTok Shop CS

"Program ini bertujuan mengurangi impor LPG yang digunakan untuk memasak, meningkatkan konsumsi listrik perkapita, serta mendukung teknologi memasak yang lebih bersih," jelas Jisman

Lanjut Jisman, program ini berpotensi meningkatkan konsumsi listrik sekitar 140 GWh setara dengan kapasitas pembangkitan 20MW.

Hal ini juga berpotensi menghemat LPG sekitar 29 juta kilo atau setara 9,7 juta tabung 3 kg.

BACA JUGA:3 Beasiswa untuk Mahasiswa yang Didanai Pemerintah

"Program dapat menurunkan biaya sebagian memasak yang sebelumnya menggunakan LPG," kata Jisman. (red)

Sumber: