Daun Bandotan Baik untuk Kesehatan, Tapi Ada Risikonya, Begini Kata dr Ema Surya Pertiwi

Daun Bandotan Baik untuk Kesehatan, Tapi Ada Risikonya, Begini Kata dr Ema Surya Pertiwi

Manfaat dan risiko daun bandotan bagi kesehatan-istimewa-raselnews.com

RASELNEWS.COM - Pasti kalian familiar dengan Bandotan, gulma yang sering tumbuh liar di pekarangan rumah atau di tanah perkebunan, terutama saat musim hujan.

Daun ini memang baik untuk kesehatan. Namun menurut dr Ema Surya Pertiwi, tanaman ini memiliki risiko.

Namun yang jelas, baunya yang sedap membuatnya disukai oleh banyak orang. Nama Latinnya adalah ageratum conyzoides, atau lebih dikenal sebagai tanaman bandotan di beberapa daerah di Indonesia.

BACA JUGA:Selain Penghias Rumah, Tanaman Ini Ternyata Sangat Eefektif Penghisap Polusi Udara, Diantaranya Lidah Buaya

Tumbuhan ini memiliki berbagai nama, seperti wedusan di Jawa Tengah, rumput Balam di Pontianak, dan dusbedusan di Madura.

Namun, tahukah Anda bahwa daun bandotan memiliki khasiat untuk kesehatan?

Semua bagian dari tanaman bandotan dapat digunakan sebagai obat karena mengandung ageconyflavon a, b, c, flaavonoid sinensetin, sesquiterpen, dan turunan dari chromenes yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

BACA JUGA:Kitolod, Tanaman Antibiotik Alami, Ampuh Redakan Sakit Gigi dan Radang Tenggorokan

Berdasarkan sejarah menurut dr Ema Surya Pertiwi dalam kanal youtubenya dr emasuperr, di beberapa negara seperti Afrika, bandotan telah lama digunakan secara tradisional untuk meredakan sembelit, demam, serta sebagai bahan pembalut luka ulkus atau anti-borok.

Di Togo, ramuan bandotan digunakan untuk mengobati campak dan gigitan ular, sementara di Nigeria digunakan untuk penyakit kulit, penyembuhan luka, diare, nyeri di sekitar pusar pada anak-anak, bahkan digunakan untuk mengobati HIV/AIDS.

Selain itu, daun bandotan juga sering dikonsumsi sebagai sayuran untuk pencegahan tetanus.

BACA JUGA:Tanaman Jadi Subur dan Berbuah Lebat dengan Modal Hanya Rp 3.000, Mau? Begini Caranya!

Berdasarkan penelitian, tumbuhan bandotan banyak dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan karena kandungan fitokimianya seperti terpenoid, alkaloid, minyak atsiri, saponin, dan fenolik yang memiliki aktivitas farmakologi seperti antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, dan anti diabetes.

Beberapa manfaat daun bandotan yang telah teruji secara klinis antara lain untuk mengobati prostat jinak atau BPH, sebagai obat kanker, membantu penyembuhan luka akibat infeksi dan diabetes, sebagai hair tonic untuk pertumbuhan rambut, serta memiliki efek anti nyeri pada penyakit osteoartritis.

BACA JUGA:11 Tanaman Ini Bisa Membuat Anda Cepat Kaya, Sekali Panen Bawa Mobil Baru

Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan daun bandotan juga memiliki risiko. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan hati, gagal ginjal, dan gangguan darah karena kandungan alkaloid pirolizidin.

"Oleh karena itu, konsumsilah dengan bijak, tidak lebih dari 6-7 lembar daun bandotan dalam waktu tidak lebih dari 3 minggu," imbau dr Ema Surya Pertiwi. (and)

Sumber: